Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Festival Tembakau dan Kopi Nusantara Bondowoso Terus Perkuat Tata Kelola Ekspor Kopi, Diakui Salah Satu yang Terbaik

Radar Digital • Senin, 28 Oktober 2024 | 12:45 WIB
POTONG TEMBAKAU: Peserta Lomba Merajang Tembakau saat berusaha merajang tembakau dengan hasil terbanyak dalam waktu tercepat.
POTONG TEMBAKAU: Peserta Lomba Merajang Tembakau saat berusaha merajang tembakau dengan hasil terbanyak dalam waktu tercepat.

 

DABASAH, Radar Ijen - Festival Tembakau dan Kopi Nusantara (FTKN) 7 yang berlangsung dari 25 sampai 27 Oktober 2024 telah terselenggara dengan sangat sukses. Memasuki tahun ketujuh, event ini semakin spektakuler. Bahkan, edisi kali ini juga mengusung salah satu hasil pertanian unggulan Bondowoso, selain kopi, yakni tembakau.

Jika hari pertama dilaksanakan lomba linting tembakau kategori organisasi perangkat daerah (OPD), merajang tembakau, dan cup tester, pada hari kedua lomba yang dilaksanakan adalah manual brew dan linting tembakau kategori umum. Peserta dan pengunjung pun semakin membludak. Membuktikan event ini menarik banyak minat.

SAJIKAN KOPI TERBAIK: Peserta Lomba Manual Brew yang dengan teliti meracik kopi untuk bersaing menjadi yang terbaik.
SAJIKAN KOPI TERBAIK: Peserta Lomba Manual Brew yang dengan teliti meracik kopi untuk bersaing menjadi yang terbaik.

Lomba manual brew diikuti puluhan peserta yang tidak hanya berasal dari Bondi ataupun Jawa Timur semata. Bahkan, ada pula peserta dari Jawa Tengah. Yakni dari Kabupaten Kendal. "Selain pengunjungnya, pesertanya dari luar Bondowoso. Supaya, mengenalkan, lebih kopi kita orang bisa lebih terdorong datang ke sini. Setidaknya jadi level Jawa Timur," ungkap Pj Bupati Bondowoso Muhamad Hadi Wawan Guntoro.

Peserta manual brew yang terdaftar sekitar 80 orang. Sementara linting tembakau ditambah merajang tembakau, terdapat sekitar 60 peserta lebih. Hal ini, dalam industri kopi, imbuh Wawan, dapat menjadi langkah awal perkembangan kopi Bondowoso. "Ini juga bagian inventarisir promosi kopi Bondowoso. Adakah nanti indikasi geografis baru selain yang sudah ada. Itu harapannya," ungkap Wawan.

BERJEJER: Ibu Pj Bupati Bondowoso (hijab pink) saat mengunjungi salah satu stand UMKM yang menyediakan berbagai jenis tembakau.
BERJEJER: Ibu Pj Bupati Bondowoso (hijab pink) saat mengunjungi salah satu stand UMKM yang menyediakan berbagai jenis tembakau.

Diketahui, Bondowoso telah memiliki dua jenis kopi yang telah terindikasi geografis (IG), yakni Ijen raung dan Hyang Argopuro. Wawan juga menyebut adanya festival kopi yang konsisten ini untuk membentuk kepercayaan diri di kalangan petani dan pengolah kopi di Bondowoso untuk bisa bersaing secara nasional. "Setidaknya untuk bisa bersaing dengan kopi di tingkat nasional ini. Perlu percaya diri dari temen-temen petani ataupun pengolahnya. Kopi Bondowoso sudah diakui salah satu yang terbaik," ungkapnya.

Wawan pun berkeinginan untuk membangun komitmen di antara para elemen yang terlibat di industri kopi Bondowoso. Terutama untuk menjual kopi Bondowoso dengan diolah terlebih dahulu. "Jangan keluar tanpa diolah. Ke depan harus dipikirkan tata kelola dari hulu ke hilirnya.  Diekspor itu tidak dalam bentuk mentahan, tapi olahan. Karena valuenya lebih tinggi secara ekonomis," imbuhnya.

Semua event lomba terselenggara dengan meriah. Para peserta pun menyambut antusias. Festival ini pun ditutup dengan spektakuler, menghadirkan bintang tamu besar, yakni penyanyi wanita kondang, Woro Widowati. Woro , sukses menghibur warga di Alun-alun RBA Ki Ronggo, untuk menyambut Festival Tembakau dan Kopi Nusantara (FTKN) edisi tahun 2025. (Ika/hlb/bud)

Editor : Radar Digital
#kopi bondowoso #Bondowoso