KALIBOTO LOR, Radar Semeru – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Pabrik Gula (PG) Jatiroto, Lumajang terpilih untuk ikut berkontribusi dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebagai bentuk dukungan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Pemkab Lumajang telah menyerahkan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Senin (23/9).
Adapun program dimaksud adalah revitalisasi industri gula nasional yang menjadi salah satu bagian dari PSN selain hilirisasi industri kelapa sawit. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan dalam PSN, maka PG Jatiroto Lumajang yang menjadi bagian dari PTPN group akan menerima relaksasi pajak berupa pengenaan tarif BPHTB sebesar nol persen.
Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni menjelaskan, proyek strategis nasional berupa pembebasan BHPTB yang diterima PG Jatiroto akan memberi dampak positif untuk pengembangan ekonomi daerah.
"Karena ini proyek strategis nasional yang kebetulan berada di Lumajang, nanti pastinya berperan untuk mendukung peningkatan perekonomian secara nasional," terangnya ketika menyerahkan SSPD BHPTB di PG Jatiroto, Senin (23/9).
Dengan telah diterimanya relaksasi pajak itu, Pemkab Lumajang menyatakan akan memberi dukungan penuh agar proyek bisa berjalan secara optimal.
"Adanya SSPD BPHTT ini semoga bisa mempermudah pelaksanaan proyek strategis nasional di PG Jatiroto Lumajang, tentu ini akan mendapat suport sepenuhnya dari pemerintah daerah," tambahnya.
Sementara itu, General Manager PG Jatiroto Lumajang Agus Priambodo mengatakan, adanya relaksasi pajak yang sudah diterima tentunya tidak serta merta akan memutus sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin baik dengan Pemkab Lumajang.
“Secara finansial adanya program proyek strategis nasional ini bisa lebih meringankan PG Jatiroto. Tentu ini tidak terlepas dari peran pemerintah itu sendiri. Kedepan ini bisa menjadi kontribusi yang baik bagi daerah, jika pabrik dan kebun bisa terus berkembang, otomatis juga akan ada tenaga kerja yang terserap. Ekonomi daerah juga akan bergerak lebih baik,” terangnya. (kl/has)
Editor : Radar Digital