Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto Serahkan Santunan BP Jamsostek kepada Lima Ahli Waris Guru Ngaji yang Wafat

Radar Digital • Selasa, 2 Juli 2024 | 22:37 WIB
Photo
Photo

BONDOWOSO. Radar Ijen – Kebijakan Pembkab Bondowoso mengalokasikan APBD untuk guru ngaji, menjadi peserta Badan Penyelanggara Kesejehtaraan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) telah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat.

Pasalnya, ahli waris tiap guru ngaji yang wafat menerima satunan dari BP Jamsostek sebesar Rp 42 juta.
Terbaru, pada bulan Juni 2024 tercatat ada lima guru ngaji peserta BP Jamsostek wafat.

Mereka adalah Sanusi, Kadir, Burasmo, Ahmadi dan Osman. Ahli waris ke lima guru ngaji secara khusus mendapatkan satunan kematian dari BP Jamsostek Bondowoso. Secara simbolis, santunan dari BP Jamsostek diserahkan oleh PJ Bupati Bambang Soekwanto kepada ahli waris guru ngaji di Pendopo Pringgitan Bondowoso Senin, 1 Juli 2024.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan perlindungan kepada guru ngaji dengan memberikan santunan sebesar Rp 42 juta ahli waris guru ngaji yang wafat,” kata PJ Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto. Bambang Soekwanto mengakui iuran kepesertaan BPJS Jamsostek tiap bulannya berasal dari APBD Bondowoso.

Pj Bupati Bambang Soekwanto berharap santunan tersebut bisa memberikan manfaat kepada keluarga atau ahli waris guru ngaji. “Ini yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah. Mesti tidak besar, insyallah bisa memberikan manfaat kepada ahli waris guru ngaji yang meninggal dunia,” terangnya.

Untuk itu, Pemkab Bondowoso selalu mendukung program perlindungan yang diberikan BP Jamsostek kepada pekerja, seperti guru ngaji.

Kepala BP Jamsostek Bondowoso Bayu Wibowo Putera menambahkan, sudah cukup lama Pemkab Bondowoso telah mengelokasikan anggaran dari ABPD untuk guru ngaji. “Tercatat sejak tahun 2023 pemkab Bondowoso mengikutkan nguru ngaji menjadi peserta BP Jamsostek. Total sebanyak 5.865 guru ngaji diikutkan menjadi peserta BP Jamsostek Bondowoso. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak PJ Bupati Bambang Soekwanto,” ujar Kepala BP Jamsostek Bondowoso Bayu Wibowo Putera.

Photo
Photo

Dia menambahkan, tahun 2023 lalu ada 59 guru ngaji yang meninggal dunia dan mendapatkan santunan dari BP Jamsostek.

“Tahun lalu jumlah guru ngaji yang wafat 59 orang dan santunan kematian sudah kami serahkan kepada ahli waris, total sebanyak Rp 2,47 miliar,’ ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa BP Jamsostek bukan merupakan asuransi komersial. “Perlindungan berupa santunan kematian adalah bentuk kepedulian negara untuk pekerja, termasuk untuk guru ngaji,” ujarnya.

Selain santunan kematian yang masuk dalam program Jaminan Kematian (JKM) juga ada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Santunan yang diberikan diharapkan dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan sebagai modal usaha untuk kelangsungan kehidupan ahli waris.

Kami berharap perlindungan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso bisa bertambah seperti perlindungan RT, RW, petani / buruh tani dan pekerja rentan, sehingga semakin luas kemanfaatan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada pekerja khusunya Kabupaten Bondowoso.(Ika)

Editor : Radar Digital
#BPJS #Bondowoso