JEMBER, RADARJEMBER.ID- Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar sidang senat terbuka Wisuda program Sarjana LVI dan Pascasarjana S2 XXXVIII di Gedung Kuliah Terpadu, Selasa (27/2).
Ratusan wisudawan khidmat mengikuti proses wisuda yang berlangsung. Para orang tua wisudawan tertib menyaksikan proses wisuda. Senyum bahagia terlihat di wajah mereka, perasaan bangga dan haru menyelimuti suasana pagi itu.
Tidak seperti biasanya momentum wisuda kali ini cukup spesial dengan adanya pertunjukan seni dari siswa SMPN 1 Sukowono
Wakil Rektor 1 UIN KHAS Jember Prof. Dr. M Khusna Amal mengucapkan selamat atas pencapaian dan prestasi para wisudawan yang telah berjuang dan berhasil menyelesaikan perkuliahan.
“Capaian ini tentu tidak dihasilkan hanya sebatas omongan atau omon-omon tapi juga perjuangan yang berdarah-darah,” ucapnya
Tidak seperti biasanya momentum wisuda kali ini cukup spesial dengan adanya pertunjukan seni dari siswa SMPN 1 Sukowono yang menampilkan seni tari dan atraksi egrang.
Menurutnya panggung wisuda bukan hanya panggung akademik yang dimanfaatkan untuk seremonial wisuda dan pemindahan tali toga.
Tetapi panggung wisuda juga bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan seni yang menampilkan kreatifitas seniman baik komunitas atau seniman jalanan.
Sehingga ada sinergi yang cukup kuat antara UIN KHAS dan masyarakat. “Mudah-mudahan dengan pagelaran semacam ini uinkhas semakin dekat di hati,” ungkapnya.
Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni mengatakan pertunjukan egrang itu memiliki filosofi yang mendalam bagi wisudwan. Egrang menggambarkan kecermatan, ketangguhan, keuletan, sinergi, kebersamaan dan percaya diri.
“Jadi apa yang ada di filosofi ini bisa diterapkan usai menjadi sarjana.” Ujarnya.
Menurut Prof Hepni, dalam proses wisuda pemindahan tali toga menjadi tanda bahwa wisudawan telah dikukuhkan menjadi sosok dewasa. Figur dewasa yang harus berpikir dan bertindak serta menyelesaikan masalah secara dewasa.
“Mereka sudah dilepas kemasyarakat tentu kedewasaan kemudian kreatifitas, kemudian improvisasi diri menjadi keharusan yang harus dimiliki agar bisa bertahan di lingkungan masyarakat,” pesannya.
Pihak UIN KHAS Jember juga memberikan penghargaan kepada para wisudawan terbaik, wisudawan tahfid dan wisudawan tertua. Wisudawan terbaik tingkat universitas sarjana S1 diraih oleh Nabila Ainun dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dengan IPK 3,87.
Sementara wisudawan terbaik pascasarjana diberikan kepada Triyadi Wicaksono dengan IPK 3,97. Untuk wisudawan tahfid diraih oleh Dewi Lutfiani, Mamduhatus Zulfa dan Fara Sagita dari .
Selanjutnya tali kasih juga diberikan kepada Supri dari pascasarjana sebagai wisudawan tertua usia 65 tahun. Apresiasi ini berikan atas semangat dan kegigihan Supri dalam menyelesaikan pendidikan di usia yang sudah tidak muda.
“Ini sebagai apresiasi untuk para lansia yang masih melanjutkan jenjang pendidikan ,” pungkas Prof Hepni.
Editor : Alvioniza