JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto memberitahu bahwa demokrasi era Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu terbuka. Seperti disampaikan Prabowo ketika melakukan debat capres perdana dengan Anies Baswedan.
Menurut Direktur Eksekutif Partner Politik Indonesia AB Solissa, cara Prabowo dalam menegur Anies sudah cukup baik. Prabowo mengajarkan Anies soal demokrasi yang saat ini masih bersifat inklusif, terbuka, dan transparan.
"Sebenarnya Pak Prabowo itu menjelaskan Mas Anies soal demokrasi era Pak Jokowi itu bagian dari demokrasi yang terbuka," kata Solissa.
Dia mengatakan proses demokrasi yang dilakukan saat ini sudah berjalan dengan baik dan benar. Prabowo menganggap bahwa dialog terbuka tentang kondisi demokrasi merupakan langkah penting untuk merajut kebersamaan dan mencari solusi bersama bagi kemajuan bangsa.
Salah satu fokus utama Prabowo dalam diskusi tersebut adalah mengenai perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam proses demokrasi. Pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi juga menjadi poin penting dalam pandangan Prabowo.
Oleh karena itu, Solissa menambahkan sebagian besar mengapresiasi langkah Prabowo yang dianggap sebagai upaya untuk membangun rekonsiliasi dan persatuan di tengah perbedaan. Karena itu, tak heran jika Prabowo memiliki banyak pendukung untuk menjadi pemimpin selanjutnya.
"Ucapan yang dilakukan Prabowo ini sekaligus mendelegitimasi moral politik," tambah Solissa.
Di samping itu, Prabowo menegaskan Anies sangat berlebihan dalam menjadi oposisi dan mengkritik pemerintah. Dia mengungkapkan bahwa Anies terpilih jadi gubernur dengan berhasil mengalahkan partai penguasa saat itu.
"Mas Anies mengeluh tentang demokrasi ini dan itu Mas Anies dipilih Gubernur DKI menghadapi pemerintah yang berkuasa, saya yang mengusung Bapak," ungkap Prabowo.
Editor : Alvioniza