Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

STDI Imam Syafi’i Jember Gelar Kuliah Umum Bela Negara

Radar Digital • Rabu, 1 Maret 2023 | 05:04 WIB
KOMITMEN: Laksamana Madya (TNI) Dr Ir Harjo Susmoro, S Sos, SH, MH, M Tr Opsla, foto bersama para dosen STDI Imam Syafi’i Jember usai memberikan materi kuliah umum. (Foto: Viona Alvioniza/Radar Jember)
KOMITMEN: Laksamana Madya (TNI) Dr Ir Harjo Susmoro, S Sos, SH, MH, M Tr Opsla, foto bersama para dosen STDI Imam Syafi’i Jember usai memberikan materi kuliah umum. (Foto: Viona Alvioniza/Radar Jember)
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Membela negara adalah hak dan kewajiban bagi setiap warga. Hal itu juga sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar. Pada mulanya, konteks bela negara sering diartikan dengan angkat senjata dan mengusir para penjajah yang menguasai Indonesia.

Namun seiring berkembangnya zaman, tantangan dan hambatan dunia semakin multidimensi. Maka sikap bela negara juga sudah berubah. Paling sederhana dicontohkan dengan menjaga hubungan baik antarsesama manusia. Menjaga persaudaraan dan membangun SDM unggul.

BACA JUGA: STDI Imam Syafi’i Jember Kenalkan Kajian Hadis Berbasis Digital

Pesan itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia Laksamana Madya (TNI) Dr Ir Harjo Susmoro, S Sos, SH, MH, M Tr Opsla, saat mengisi kuliah umum di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i Jember dengan tema “Pendalaman Bela Negara”, Selasa (28/2).

Ia juga menyampaikan, belajar agama sama halnya dengan membela negara. Katanya, sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaran agama Islam yaitu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Termasuk dalam bidang politik, pendidikan, ekonomi, sosial atau bidang profesional lainnya, bela negara bisa ditunjukan dengan bekerja maksimal. Semata-mata untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

“Maka, orang Islam itu kalau dia melaksanakan syariat dengan baik, maka dia akan melaksanakan langkah selanjutnya. Dengan paham sila pertama, maka akan melanjutkan sila selanjutnya, sila kedua, ketiga, keempat dan kelima,” ujarnya.

Nandang Husni Azizi, ketua panitia kuliah umum dan pendalaman bela negara, menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini agar seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa, memiliki spirit bela negara dengan pemahaman yang benar dan baik.

“Agar mahasiswa bisa merealisasikan spirit bela negara dengan baik dan mereka juga bisa mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan. Dengan program ini, STDI bisa turut membantu mencerdaskan bangsa," katanya.

Sementara itu, Adiansyah, mahasiswa prodi ilmu hadits, mengaku senang dengan materi kuliah umum pada hari ini. Sebelumnya, ia berpikir jika membela negara maka harus membawa senjata dan ikut berperang. Namun ternyata, bela negara bisa dilakukan dengan hal sederhana yaitu menjaga salat. Menurutnya, ketika menjaga salat maka akan menjaga diri menjadi pribadi yang baik

“Karena salat itu akan mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar,” ucapnya.

Kuliah umum yang dilakukan di kampus putri STDI Imam Syafi’i Jember itu dihadiri oleh banyak pihak. Mulai dari Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bakorwil V Prov Jatim di Jember Nana Fadjar Prijantoro, SH, Ms, juga para tokoh ulama, ormas, jajaran TNI dan muspika. Suasana kuliah umum juga berlangsung seru karena mahasiswa yang hadir terlibat aktif dalam sesi tanya jawab. (*)

Reporter: Viona Alvioniza

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Jember #STDI Jember