Acara itu dibuka langsung oleh Direktur Polije Saiful Anwar, STp, MP, bersama dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember dr Hendro Soelistijono di Gedung Juang 45 Polije, Kamis (13/10).
Hendro Soelistijono mengatakan, Polije merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap untuk meningkatkan mutu dan kemampuan peserta pelatihan.
“Pelatihan ini untuk mencetak masyarakat Jember khususnya keluarga buruh dan petani tembakau agar memiliki soft skill dan hard skill,” ujarnya.
BACA JUGA: Realisasikan Program Studi Baru, Polije Gandeng Radar Jember
Sementara itu, Direktur Polije Saiful Anwar menyampaikan ada sembilan model pelatihan yang dananya berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di Jember. Katanya, Polije memiliki sarana dan prasarana yang representatif sehingga menjadi pilihan yang tepat sebagai tempat pelatihan.
“Saya kira, saya harus berterima kasih pada Bupati Jember karena ini merupakan bentuk pengakuan Pemkab Jember atas kompetensi yang dimiliki Polije,” terangnya.
Setelah lima hari mengikuti pelatihan ini, ratusan peserta itu akan menjalani uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat.
“Harapannya tidak hanya pada pelatihan dan uji kompetensi, tapi kedepannya akan ada skema permodalan. Tugas kami adalah menyiapkan kompetensinya,” kata Saiful
Pembukaan pelatihan kompetensi buruh tembakau itu juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Yakni, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember Imam Sudarmaji, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Pemkab Jember Achmad Musaddag. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Foto : Viona Alvioniza
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal