Tim dosen dan mahasiswa tersebut terdiri dari lima orang. Mereka adalah Dr Ir Suci Wulandari, MSi (ketua) Dr Ir Ujang Suryadi, MP (anggota), Dyah Nuning Erawati, Sp, MP (anggota), serta Irma Noviyanti (Mahasiswa) dan Ivane Desthira Putri Andini (Mahasiswa).
Pantai Puger dipilih karena merupakan pantai penangkapan ikan di Jember, di samping sebagai destinasi wisata. Mata pencaharian masyarakat Puger umumnya bergerak dalam bidang perikanan, seperti nelayan dan pedagang ikan. Produksi terbanyak di pantai Puger adalah ikan layang bonggol sebesar 165.413 kg, kemudian diikuti ikan tongkol pisang balaki sebesar 1550.106 kg, juga ada ikan lainnya seperti cakalang dan julung-julung. Terkadang ada pula kakap merah, teri dan lemuru.
Pendapatan masyarakat Puger tergantung terhadap sektor perikanan yang sangat tergantung musim. Di mana musim ikan umumnya pada saat bulan Juli sampai Desember. Untuk mendapatkan penghasilan lain, mereka ada yang membuka toko kelontong, membuat kapal, menambang kapur, dan menjadi buruh pabrik.
Hanya saja, pengetahuan mereka tentang pengolahan hasil ikan laut masih sangat kurang. Untuk itu tujuan dari pengabdian kepada masyarakat sumber dana PNBP 2022 kali ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang aplikasi teknologi pengolahan hasil ikan laut menjadi produk ‘Abon Aneka Ikan Laut’ dan memberikan pembekalan metode pemasarannya.
Harapannya produk abon aneka ikan laut ini dapat meningkatkan nilai tambah dagangan ikan yang dijual ataupun memanfaatkan ikan yang tidak laku dijual segar, sehingga akan meningkatkan pendapatan keluarga.
Selain itu, juga diversifikasi usaha untuk mengurangi ketergantungan dari satu macam pendapatan yang sangat tergantung musim yaitu penjualan ikan segar. Diversifikasi mengurangi risiko dari kegagalan penghidupan dengan bertumpu pada lebih dari satu sumber pendapatan. Pembinaan dan pendampingan akan terus dilakukan, utamanya dari segi kualitas produk juga teknologi pemasarannya, sehingga usahanya akan dapat berkembang dan akan menjadi produk unggulan masyarakat Puger.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dipusatkan di UD Dua Berlian. Pesertanya adalah pemilik UD Dua Berlian dan beberapa istri-istri nelayan dan penjual ikan wilayah pantai Puger. Hal ini sesuai dengan permintaan dari UD Dua Berlian kepada Tim Pengabdian Politeknik Negeri Jember (Polije).
Harapannya keberhasilan Program pengolahan hasil laut menjadi abon aneka ikan laut ini dapat ditiru oleh masyarakat/pengusaha lainnya di daerah Puger yang belum ikut secara langsung dalam kegiatan ini.
UD Dua Berlian merupakan usaha keluarga yang bergerak dalam bidang penjualan ikan laut. Pemilik sekaligus sebagai pemimpin usaha adalah Hasan Nudin, 62. Dalam kegiatannya dibantu oleh istri, 59, serta tiga orang tenaga kerja yang berasal dari daerah Puger dan sekitarnya.
Rata-rata penjualan setiap harinya sebesar 50 kg, yang terdiri bermacam-macam ikan, seperti: ikan layur, tongkol pisang, layang benggol, dan kakap merah. Permasalahan yang dihadapi mitra tersebut adalah produksi ikan di pantai Puger tergantung dari musim, yaitu banyak ikan terjadi pada bulan Juli sampai Desember. Permasalahan lain adalah adalah jika ikan tidak segera laku harganya akan turun, sehingga pendapatannya menjadi berkurang.
Untuk mengatasi pendapatan yang tidak kontinyu dan tidak menentu tersebut, UD Dua Berlian memproduksi terasi Puger, namun dalam pelaksanaannya memenuhi kendala, yaitu masalah bahan baku yang juga tergantung musim. Musim rebon biasanya terjadi pada bulan Mei sampai Juli, tapi terkadang sampai setahun tidak ada rebon udang sebagai bahan baku, sehingga tidak bisa produksi terasi secara rutin setiap bulannya.
Untuk mengatasi masalah tersebut dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sumber dana PNBP 2022 pada skema Penerapan Iptek Masyarakat (PIM). Harapannya dapat terjadi transfer teknologi dari perguruan tinggi ke masyarakat Puger yang diwakilkan oleh UD Dua Berlian. “Keberhasilan pengabdian ini dapat sebagai percontohan bagi pengusaha lain di Puger dan akan dapat menjadi produk unggulan khas Puger yang menarik,” ungkap Dr Ir Suci Wulandari, Msi.
Solusi Permasalahan
Permasalahan utama UD Dua Berlian adalah membutuhkan deversifikasi produk penjualan yang dapat diproduksi secara secara kontinyu, sehingga dapat dijadikan alernatif pendapatan yang dapat diandalkan. Produksi Abon Aneka Ikan Laut yang dikemas secara baik dan menarik, serta didukung oleh pemasaran secara e-commers merupakan alternatif solusi yang baik.
Hal ini karena bahan baku aneka ikan laut cukup tersedia secara kontinyu. Daya terima konsumen akan produk makanan abon cukup baik dan sudah cukup dikenal konsumen. Selain itu, kelebihan produk ini adalah memberikan variasi baru pada konsumen dari abon yang selama ini diperjual belikan berupa abon sapi ataupun abon ayam. Bahkan konsumen akan dimanjakan dengan variasi rasa/jenis ikan ataupun mix beberapa ikan sesuai selera.
Tak hanya itu, kegiatan pemasaran akan didukung dengan desain kemasan yang aman dan menarik serta penerapan e-commers. Agar kedepannya dapat mengembangkan produk abon dari bahan lainnya dan sebagai diversifikasi produk pada konsumen, maka mitra tetap diberikan praktek pembuatan abon pada umumnya dengan menggunakan sampel daging sapi. Kegiatan ini merupakan implementasi dalam pemecahan masalah isu strategis Jurusan Peternakan yaitu diversifikasi produk hasil ternak.
Pelatihan
Kegiatan pelatihan adalah praktik pembuatan abon dari macam-macam ikan laut atau campurannya, serta praktik desain pengemasannya agar kelihatan menarik dan menunjukkan ciri khas Puger. Agar materi kegiatan pengabdian mudah diterima dan diserap oleh masyarakat maka kegiatan pelatihan digabungkan dengan penyuluhan. Demikian juga untuk materi pemasaran, langsung praktik membuat aplikasi online.
Di akhir kegiatan peserta dan tim pengabdian diberi kesempatan untuk mencoba mengkreasi bumbu dan menilai jenis ikan laut yang disukai sebagai salah satu dasar rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan. Menurut Wulandari, modifikasi penyuluhan dan pelatihan lebih mudah diterima masyarakat awam, dikarenakan peserta diberi pembekalan tentang materi langsung diikuti praktik, sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah diterima oleh peserta
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dua kali. Pertama kegiatanya diikuti oleh mitra UD Dua Berlian. Kegiaan kedua pesertanya adalah mitra UD Dua Berlian dan istri-istri penjual ikan segar masyarakat sekitar di wilayah pantai Puger. Pada Kegiatan kedua ini diharapkan anggota mitra sudah dapat ikut membantu Tim Pengabdian Polije dalam sosialisasi alih teknologi pengolahan hasil laut menjadi produk Abon Aneka Ikan Laut dan pemasarannya.
“Sehingga dampak positif dari kegiatan ini dapat dirasakan ke masyarakat pantai Puger yang lebih luas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Dr Ir Ujang Suryadi, MP.
Pendampingan
Pendampingan tetap dilakukan setelah kegiatan penyuluhan dan praktik selesai. Bahkan setelah kegiatan pengabdian selesai dengan memberikan bimbingan tentang pengolahan hasil laut menjadi abon aneka ikan laut tersebut secara berkelanjutan.
Evaluasi
Evaluasi dilakukan sebelum kegiatan dengan pretest dan diakhir kegiatan dengan cara post test untuk mengetahui apakah materi yang diberikan sudah diterima lebih dari 80%. Pemberian pertanyaan dilakukan secara interaktif dan menarik sehingga suasananya tetap rileks dan peserta tidak takut dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Tim Pengabdian Polije. Hasil evaluasi akan digunakan sebagai rekomendasi kegiatan pengabdian selanjutnya.
Hasil dan Pembahasan
Kegiatan yang dilaksanakan selama pengabdian meliputi persiapan, penyuluhan, serta pelatihan dan pemberian bantuan peralatan pendukung, serta evaluasi dan diskusi.
Persiapan
Sebelum dilakukan kegiatan, tim pengabdian yang terdiri dari dosen dan dua orang mahasiswa melakukan komunikasi dengan pihak mitra, utamanya tentang potensi sumber daya lokal daerah Puger, permasalahan, dan kebutuhan mitra dengan cara daring (komunikasi medsos) dan luring (berkunjung ke lokasi mitra). Setelah tercapai kesepakatan dilakukan koordinasi mengenai waktu dan tempat kegiatan agar acara pengabdiannya berjalan lancar.
Penyuluhan dan Pelatihan
Model kegiatan pengabdian kali ini dengan cara modifikasi penyuluhan dan pelatihan. Metode ini lebih mudah diterima masyarakat awam, dikarenakan peserta diberi pembekalan tentang materi langsung diikuti praktik dan diskusi, sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah diterima oleh peserta.
Kegiatan pelatihan adalah praktik pembuatan abon dari beberapa macam ikan laut. Yaitu ikan tongkol, barakuda dan tenggiri serta praktik desain pengemasannya agar kelihatan menarik dan menunjukkan ciri khas Puger.
Pelatihan dan penyuluhan dilakukan di rumah Hasan, pemilik UD Dua Berlian, Dusun Mandarani, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Peserta terdiri dari pemilik UD Dua berlian sendiri beserta istri, serta para istri-istri penjual ikan di daerah tersebut sekitar 10 orang. Jumlah peserta masih dibatasi karena kondisi masih adanya Covid 19, namun hal ini tidak mengurangi kualitas pelaksanaan pandemik, karena para peserta dapat menularkan ilmu dan ketrampilan yang diperoleh kepada warga lainnya.
Pemberian Bantuan Peralatan Pendukung
Pemberian bantuan berupa alat pembuatan abon aneka ikan laut berupa alat spinner skala produksi dengan kapasitas 12 liter per sekali running. Alat ini berfungsi mengeluarkan minyak secara maksimal, sehingga bon yang dihasilkan lebih renyah dan lebih awet tidak mudah tengik. Dikemas juga akan menarik karena tidak ada minyak yang menempel pada kemasan.
Pemberian alat dan bahan tersebut dimaksudkan agar peserta dapat mempraktekkan lagi bersama istri-istri peternak lain di daerah Puger agar dapat mengembangkan produk maupun kemasannya sesuai kreasi masing-masing. Juga memberikan wawasan bahwa alat yang digunakan dalam pembuatan abon aneka ikan tersebut mudah diperoleh.
Luaran lain yang telah terlaksana yaitu pembuatan video kegiatan dan proses dalam pendaftaran HKI, serta proses publikasi artikel di Radar Jember. Sedangkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Mengikuti Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2022 atau sekarang disebut 5th National Conference fo Community Service (5th NaCosVi) dan HKI Buku Saku Prosedur Pembuatan Abon Ikan yang Lezat dan Kering Bebas Minyak. (*) Editor : Safitri