BACA JUGA : Kisah Ulwaan Haigal, Eks Penggawa Persid
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Kepala Disparbudpora Mulyadi dan didampingi Sekretaris Disparbudpora Adi Sunaryadi. Beberapa pemateri terdiri atas akademisi, praktisi, dan anggota Komisi III DPRD Bondowoso selaku mitra kerja Disparbudpora. Sebanyak 40 perwakilan pengelola destinasi wisata di bawah naungan Pemkab Bondowoso dihadirkan sebagai peserta pelatihan.
Mulyadi mengatakan, dia sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang dilakukan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam menyediakan fasilitas umum seperti toilet wisata. Terutama untuk memastikan toilet yang tersedia di destinasi wisata selalu dalam keadaan bersih. "Berikan kepuasan kepada wisatawan melalui kebersihan toilet di setiap destinasi wisata," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (13/9).
Mulyadi memberikan pengarahan kepada 40 peserta pelatihan agar tidak menganggap remeh kebersihan toilet di setiap destinasi wisata. Menurutnya, kondisi toilet yang kumuh akan menjadi bagian penilaian bagi para pengunjung wisata. Oleh karena itu, Mulyadi mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata agar selalu menjaga kebersihan toilet. "Upayakan setiap tempat wisata mendapat respons positif dari wisatawan melalui penyediaan fasilitas yang baik dan bersih," jelasnya.
Tak hanya itu, menurut Mulyadi, keberadaan fasilitas umum, termasuk toilet, harus diperiksa setiap harinya. Baik sebelum memasuki jam buka wisata maupun setelah jam tutup. Hal tersebut penting dilakukan untuk memastikan setiap toilet dalam kondisi bersih. Dengan begitu, para wisatawan merasa puas dan nyaman saat menggunakan fasilitas toilet di setiap destinasi wisata. "Para pengunjung bisa nyaman saat memakai fasilitas itu," imbuhnya.
Mulyadi berharap semua pengelola destinasi wisata di bawah naungan pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan bagi para wisatawan. Agar setiap pelayanan itu dapat memberikan pengalaman yang positif bagi setiap pengunjung wisata. Jika pelayanan sudah baik, maka akan membawa informasi positif bagi masyarakat luas. "Itu akan berdampak pada semakin ramainya pengunjung wisata. Baik dari Bondowoso sendiri maupun dari luar daerah," pungkasnya. (ika/c2/dwi)
Editor : Safitri