Wakil Direktur Bidang Akademik Polije Surateno mengatakan, seleksi camaba itu menggunakan metode split. Selain dilakukan melalui ujian mandiri dengan skema Computer Based Test (CBT), peserta juga bisa menggunakan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tahun 2022. " Adik-adik dapat mengunggah nilai UTBK tahun ini," katanya.
BACA JUGA: Semanis Tani Polije, Gaungkan Pertanian Digital untuk Kemajuan Indonesia
Guna menjamin fairness dan menghindari kecurangan pada pelaksanaan ujian mandiri melalui CBT, pihak Polije melakukan pengawasan ketat melalui aplikasi zoom meeting dengan rasio 1:25 yang telah diujicobakan sebelumnya. Sebelum ujian, para pengawas terlebih dahulu melakukan pencocokan data peserta dan memastikan bahwa tidak ada pihak lain selama ujian berlangsung. "Untuk memastikan tidak ada kecurangan yang mencederai ujian mandiri," ungkapnya.
Polije sendiri menyediakan kuota 10 persen dari total daya tampung camaba 2022/2023. Ada sekitar 250 dari 2.750 peserta yang diambil melalui jalur mandiri. Menurutnya ujian mandiri ini menjadi pelengkap kuota dari jalur sebelumnya.
Menurut regulasi kementerian, Polije berhak mengambil 20 persen kuota camaba melalui jalur ujian mandiri. Namun selama ini Polije hanya mengambil 10-15 persen kuota camaba. "Tapi rata-rata Polije tidak pernah mengambil lebih dari 15 persen, sehingga bukan jadi wahana atau instrumen kami untuk mendapatkan pendanaan sebanyak-banyaknya. Kami alokasikan secara terbatas bagi para pendaftar yang belum beruntung di ujian sebelumnya," pungkasnya. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Foto : Humas Polije for Radar Jember
Editor : Mahrus Sholjh Editor : Maulana Ijal