alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Semanis Tani Polije, Gaungkan Pertanian Digital untuk Kemajuan Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Demi mendukung kemajuan ketahanan pangan di Indonesia, Politeknik Negeri Jember (Polije) mengadakan Seminar Nasional Online dan Bimbingan Teknis Pertanian (Semanis Tani) Polije 2022. Agenda itu mengusung tema “Transformasi Pertanian Digital Dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Masa Depan yang Berkelanjutan”. Acara ini dilaksanakan hybrid secara daring dan luring.

Event ini merupakan acara tahunan dan sudah memasuki tahun ketiga yang diadakan oleh Jurusan Produksi Pertanian. Mendatangkan narasumber bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Yaitu Prof Stanley Chen (National Pintong University of Science and Technology). Hadir juga BBP Mektan- Kementrian Pertanian Dr Agung Prabowo, Dosen Polije Prof Bagus Putu Yudha Kurniawan dan Tani Hub Foundation Andy Bachtiar.

BACA JUGA: Teknik Merobohkan Hewan Kurban ala Polije, Cuma Butuh 30 Detik

Mobile_AP_Rectangle 2

Prof Bagus Putu Yudha Kurniawan menyampaikan, ada dua hal penting yang perlu dipahami terkait digital marketing yang akan diterapkan dalam industri pertanian. Yaitu literasi digital tools dan pemahaman strategi pemasaran. “Dua hal ini merupakan elemen penting agar pemasaran digital dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Andy Bachtiar dari Tani Hub Foundation mengatakan, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil memajukan ketahanan pangan Indonesia. “Dengan tag line agriculture for everyone, jadi kami tidak terbatas hanya orang-orang yang memiliki background pertanian saja,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Demi mendukung kemajuan ketahanan pangan di Indonesia, Politeknik Negeri Jember (Polije) mengadakan Seminar Nasional Online dan Bimbingan Teknis Pertanian (Semanis Tani) Polije 2022. Agenda itu mengusung tema “Transformasi Pertanian Digital Dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Masa Depan yang Berkelanjutan”. Acara ini dilaksanakan hybrid secara daring dan luring.

Event ini merupakan acara tahunan dan sudah memasuki tahun ketiga yang diadakan oleh Jurusan Produksi Pertanian. Mendatangkan narasumber bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Yaitu Prof Stanley Chen (National Pintong University of Science and Technology). Hadir juga BBP Mektan- Kementrian Pertanian Dr Agung Prabowo, Dosen Polije Prof Bagus Putu Yudha Kurniawan dan Tani Hub Foundation Andy Bachtiar.

BACA JUGA: Teknik Merobohkan Hewan Kurban ala Polije, Cuma Butuh 30 Detik

Prof Bagus Putu Yudha Kurniawan menyampaikan, ada dua hal penting yang perlu dipahami terkait digital marketing yang akan diterapkan dalam industri pertanian. Yaitu literasi digital tools dan pemahaman strategi pemasaran. “Dua hal ini merupakan elemen penting agar pemasaran digital dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Andy Bachtiar dari Tani Hub Foundation mengatakan, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil memajukan ketahanan pangan Indonesia. “Dengan tag line agriculture for everyone, jadi kami tidak terbatas hanya orang-orang yang memiliki background pertanian saja,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Demi mendukung kemajuan ketahanan pangan di Indonesia, Politeknik Negeri Jember (Polije) mengadakan Seminar Nasional Online dan Bimbingan Teknis Pertanian (Semanis Tani) Polije 2022. Agenda itu mengusung tema “Transformasi Pertanian Digital Dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Masa Depan yang Berkelanjutan”. Acara ini dilaksanakan hybrid secara daring dan luring.

Event ini merupakan acara tahunan dan sudah memasuki tahun ketiga yang diadakan oleh Jurusan Produksi Pertanian. Mendatangkan narasumber bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Yaitu Prof Stanley Chen (National Pintong University of Science and Technology). Hadir juga BBP Mektan- Kementrian Pertanian Dr Agung Prabowo, Dosen Polije Prof Bagus Putu Yudha Kurniawan dan Tani Hub Foundation Andy Bachtiar.

BACA JUGA: Teknik Merobohkan Hewan Kurban ala Polije, Cuma Butuh 30 Detik

Prof Bagus Putu Yudha Kurniawan menyampaikan, ada dua hal penting yang perlu dipahami terkait digital marketing yang akan diterapkan dalam industri pertanian. Yaitu literasi digital tools dan pemahaman strategi pemasaran. “Dua hal ini merupakan elemen penting agar pemasaran digital dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Andy Bachtiar dari Tani Hub Foundation mengatakan, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil memajukan ketahanan pangan Indonesia. “Dengan tag line agriculture for everyone, jadi kami tidak terbatas hanya orang-orang yang memiliki background pertanian saja,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/