Alquran terjemahan bahasa Osing ini merupakan hasil kerjasama Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Program penerjemahan Alquran ini dimulai sejak 2018 lalu dan ditargetkan selesai tahun ini.
Dekan FUAH UIN KHAS Jember Prof M Khusna Amal, sekaligus penanggung jawab penerjemahan Alquran dalam bahasa Osing, menjelaskan, kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari sebelumnya.
Tahap pertama dilakukan validasi terjemahan Alquran bahasa Osing dari juz 1 sampai 15 pada awal April. Proses selanjutnya, validasi pada juz 16 sampai 30 yang dilakukan mulai 5-7 Juli 2022, bertempat di Ketapang Indah Hotel, Senin (5/7). “Semoga hasil terjemahan ini nanti turut memberikan kontribusi bagi masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.
BACA JUGA: Membumikan Trilogi Ukhuwah, UIN KHAS Jember “Ngobras” Bareng Ketua PBNU
Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto mengatakan, penerjemahan Alquran dalam bahasa Osing Banyuwangi ini merupakan salah satu upaya melestarikan bahasa daerah. Alquran berbahasa Arab memang harus dipahami, namun Alquran dengan menggunakan bahasa daerah akan menambah khazanah peradaban Indonesia. Rencananya, Alquran dalam bahasa Osing Banyuwangi ini akan dilaunching tepat pada Hari Santri Nasional nanti.
Setelah Alquran dengan terjemahan bahasa Osing ini memenuhi izin edar, pihaknya akan melakukan analisa dan menggali bahasa suku Tengger di Kabupaten Lumajang. Targetnya, untuk menerjemahkan Alquran dalam bahasa suku Tengger. “Jangan sampai bahasa-bahasa ini sirna. Kita wariskan kepada anak cucu,”ujarnya.
Kepala Puslitbang Lektur Khazanah Manajemen Organisasi Balitbang Diklat Kemenag RI Prof M Arskal Salim, memberikan pengarahan terkait validasi penerjemahan Alquran dalam bahasa Osing Banyuwangi. Ia menjelaskan, setelah dilakukan validasi, tahapan selanjutnya Alquran akan diserahkan ke Lajnah Pentashih Mushaf Alquran.
“Maka sebelum penerjemah dan validator kembali ke tempat masing-masing, pastikan ini produk (Alquran terjemahan bahasa Osing) sudah final,” tegasnya.
Pihaknya berharap, penerjemah dan validator dapat memastikan hal-hal yang dinilai krusial dapat difinalisasi. Ada 17 anggota penerjemah dan 30 anggota validator yang tergabung dalam tim. Mereka semua berlatar belakang pendidikan pesantren. Mulai dari praktisi pendidikan, ustadz, kiai, dan pengasuh pondok pesantren. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Foto: Humas UIN KHAS Jember for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal