alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Membumikan Trilogi Ukhuwah, UIN KHAS Jember “Ngobras” Bareng Ketua PBNU

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Universitas Negeri Islam Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengadakan forum ngobrol bareng santai (Ngobras) dengan tema “Visi Pemikiran Kebangsaan”. Forum Ngobras kali ini mengundang Ketua PBNU 2022-2027 KH Amin Said Husni dan Ketua PW GP ANSOR Jatim 2019- 2023 HM Syafiq Syauqi.

Kegiatan ini juga dihadiri dan diikuti oleh sejumlah peserta. Di antaranya berasal dari perwakilan PC NU dan GP Ansor asal Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

Melansir dari laman resmi UIN Khas Jember, dalam forum ngobrol santai itu Amin Said Husni menyampaikan, bangsa ini kembali dihadapkan dengan tantangan munculnya elemen tertentu yang tengah berupaya mengintrodusir dan mengampanyekan gagasan tertentu yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Malam Kelulusan, Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember Lepas Ratusan Santri

Amin Said menyebut, menerapkan gagasan khilafah dan politik aliran sebagai panglima, sama halnya dengan kembali ke masa lalu, yakni pertikaian yang tak kunjung usai. “Kita pernah melalui itu dan mentok konstituante akhirnya dibubarkan,” ujarnya

Ia menyontohkan perdebatan tentang Islam sebagai dasar negara, pada masa lalu sudah pernah disuarakan, dan akhirnya diam pada kebuntuan. “Saatnya kita membangun daripada berdebat hal-hal yang memicu pertikaian,” terangnya.

Karena itu, titisan pemikiran KHAS hari ini bukan lagi sebagai referensi belaka, melainkan cara pandang yang berimbang dalam mengulik tiga hal, ukhuwah islamiyah, wathoniyah, dan basyariyah. Tiga konsepsi ini dikenal dengan istilah trilogi ukhuwah. “Untuk lebih lengkapnya, silakan baca buku visi pemikiran kebangsaan Kiai Haji Achmad Siddiq ini,” ujar Amin Said.

Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto mengatakan, pihaknya bersyukur memiliki nama perguruan tinggi yakni Kiai Haji Achmad Siddiq. Menurutnya, KHAS memiliki kecerdasan pemikiran dan keteledanan sikap yang relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Universitas Negeri Islam Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengadakan forum ngobrol bareng santai (Ngobras) dengan tema “Visi Pemikiran Kebangsaan”. Forum Ngobras kali ini mengundang Ketua PBNU 2022-2027 KH Amin Said Husni dan Ketua PW GP ANSOR Jatim 2019- 2023 HM Syafiq Syauqi.

Kegiatan ini juga dihadiri dan diikuti oleh sejumlah peserta. Di antaranya berasal dari perwakilan PC NU dan GP Ansor asal Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

Melansir dari laman resmi UIN Khas Jember, dalam forum ngobrol santai itu Amin Said Husni menyampaikan, bangsa ini kembali dihadapkan dengan tantangan munculnya elemen tertentu yang tengah berupaya mengintrodusir dan mengampanyekan gagasan tertentu yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Malam Kelulusan, Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember Lepas Ratusan Santri

Amin Said menyebut, menerapkan gagasan khilafah dan politik aliran sebagai panglima, sama halnya dengan kembali ke masa lalu, yakni pertikaian yang tak kunjung usai. “Kita pernah melalui itu dan mentok konstituante akhirnya dibubarkan,” ujarnya

Ia menyontohkan perdebatan tentang Islam sebagai dasar negara, pada masa lalu sudah pernah disuarakan, dan akhirnya diam pada kebuntuan. “Saatnya kita membangun daripada berdebat hal-hal yang memicu pertikaian,” terangnya.

Karena itu, titisan pemikiran KHAS hari ini bukan lagi sebagai referensi belaka, melainkan cara pandang yang berimbang dalam mengulik tiga hal, ukhuwah islamiyah, wathoniyah, dan basyariyah. Tiga konsepsi ini dikenal dengan istilah trilogi ukhuwah. “Untuk lebih lengkapnya, silakan baca buku visi pemikiran kebangsaan Kiai Haji Achmad Siddiq ini,” ujar Amin Said.

Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto mengatakan, pihaknya bersyukur memiliki nama perguruan tinggi yakni Kiai Haji Achmad Siddiq. Menurutnya, KHAS memiliki kecerdasan pemikiran dan keteledanan sikap yang relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Universitas Negeri Islam Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengadakan forum ngobrol bareng santai (Ngobras) dengan tema “Visi Pemikiran Kebangsaan”. Forum Ngobras kali ini mengundang Ketua PBNU 2022-2027 KH Amin Said Husni dan Ketua PW GP ANSOR Jatim 2019- 2023 HM Syafiq Syauqi.

Kegiatan ini juga dihadiri dan diikuti oleh sejumlah peserta. Di antaranya berasal dari perwakilan PC NU dan GP Ansor asal Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

Melansir dari laman resmi UIN Khas Jember, dalam forum ngobrol santai itu Amin Said Husni menyampaikan, bangsa ini kembali dihadapkan dengan tantangan munculnya elemen tertentu yang tengah berupaya mengintrodusir dan mengampanyekan gagasan tertentu yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Malam Kelulusan, Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember Lepas Ratusan Santri

Amin Said menyebut, menerapkan gagasan khilafah dan politik aliran sebagai panglima, sama halnya dengan kembali ke masa lalu, yakni pertikaian yang tak kunjung usai. “Kita pernah melalui itu dan mentok konstituante akhirnya dibubarkan,” ujarnya

Ia menyontohkan perdebatan tentang Islam sebagai dasar negara, pada masa lalu sudah pernah disuarakan, dan akhirnya diam pada kebuntuan. “Saatnya kita membangun daripada berdebat hal-hal yang memicu pertikaian,” terangnya.

Karena itu, titisan pemikiran KHAS hari ini bukan lagi sebagai referensi belaka, melainkan cara pandang yang berimbang dalam mengulik tiga hal, ukhuwah islamiyah, wathoniyah, dan basyariyah. Tiga konsepsi ini dikenal dengan istilah trilogi ukhuwah. “Untuk lebih lengkapnya, silakan baca buku visi pemikiran kebangsaan Kiai Haji Achmad Siddiq ini,” ujar Amin Said.

Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto mengatakan, pihaknya bersyukur memiliki nama perguruan tinggi yakni Kiai Haji Achmad Siddiq. Menurutnya, KHAS memiliki kecerdasan pemikiran dan keteledanan sikap yang relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/