Kegiatan ini juga dihadiri dan diikuti oleh sejumlah peserta. Di antaranya berasal dari perwakilan PC NU dan GP Ansor asal Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.
Melansir dari laman resmi UIN Khas Jember, dalam forum ngobrol santai itu Amin Said Husni menyampaikan, bangsa ini kembali dihadapkan dengan tantangan munculnya elemen tertentu yang tengah berupaya mengintrodusir dan mengampanyekan gagasan tertentu yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Malam Kelulusan, Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember Lepas Ratusan Santri
Amin Said menyebut, menerapkan gagasan khilafah dan politik aliran sebagai panglima, sama halnya dengan kembali ke masa lalu, yakni pertikaian yang tak kunjung usai. “Kita pernah melalui itu dan mentok konstituante akhirnya dibubarkan,” ujarnya
Ia menyontohkan perdebatan tentang Islam sebagai dasar negara, pada masa lalu sudah pernah disuarakan, dan akhirnya diam pada kebuntuan. “Saatnya kita membangun daripada berdebat hal-hal yang memicu pertikaian,” terangnya.
Karena itu, titisan pemikiran KHAS hari ini bukan lagi sebagai referensi belaka, melainkan cara pandang yang berimbang dalam mengulik tiga hal, ukhuwah islamiyah, wathoniyah, dan basyariyah. Tiga konsepsi ini dikenal dengan istilah trilogi ukhuwah. “Untuk lebih lengkapnya, silakan baca buku visi pemikiran kebangsaan Kiai Haji Achmad Siddiq ini,” ujar Amin Said.
Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Suharto mengatakan, pihaknya bersyukur memiliki nama perguruan tinggi yakni Kiai Haji Achmad Siddiq. Menurutnya, KHAS memiliki kecerdasan pemikiran dan keteledanan sikap yang relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mislanya, ‘mencintai tanah air (nasionalisme) sebagian dari iman’. Bagi Babun merupakan karomah pemikiran KHAS dalam menyikapi kesenjangan antara agama dan negara. “Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang mampu mengamalkan pemikiran dan keteladanan sikap beliau,” harapnya.
Menyoal isu yang tengah menggurita di tengah masyarakat, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Haji M Syafiq Syauqi berkomentar, serbuan kaum ekstremis dalam mengoyak warisan pemikiran para kiai-kiai, hari ini semakin menjadi-jadi. Tujuannya tak lain adalah menumpulkan sikap nasionalisme dan mempertajam fanatik keagamaan.
Pria yang akrab disapa Gus Syafiq itu menerangkan, sebagai pemuda Ansor yang ditugaskan PBNU menjaga ukhuwah wathoniyah, Ansor akan terus berkomitmen dan menyemboyankan NKRI harga mati.
Alasannya, nasionalisme merupakan warisan keinginan para kiai-kiai sepuh seperti Kiai Haji Achmad Siddiq dan banyak kiai lainnya untuk hidup bersama di bumi nusantara, sekalipun tidak karena kesamaan agama, bahasa, dan budaya. “Komitmen dan kesepakatan kiai-kiai ini yang harus dijaga bersama-sama,” pungkasnya.
Untuk diketahui, jika Ngobras tahun lalu mengahasilkan perubahan status dari IAIN ke UIN KHAS Jember, maka nantinya forum ngobrol santai ini akan terus mengupayakan perhelatan kegiatan yang berkuliatas dan bermutu. Tak terkecuali ikut serta membahas isu-isu regional nasional dan internasional. “Setelah acara ini nanti, insyaallah akan ada perhelatan yang dihadiri Mbak Nana (Najwa Syihab, Red),” ungkap Babun. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Fotografer: Humas UIN KHAS Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal