Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Prof M Noor Harisudin, dan Rektor UIN KHAS Jember Prof Babun Soeharto, hadir dan memberikan sambutan sebelum acara seminar dimulai. Agenda itu selanjutnya diisi oleh Wakil Ketua Rais Aam PBNU Dr [HC] KH Afifuddin Muhajir, M Ag, dan KH M Balya Firjaun Barlaman, Wakil Bupati Jember yang juga putra KH Achmad Siddiq.
Dekan Fakultas Syariah Prof M Noor Harisudin, menyampaikan pentingnya memahami Pancasila secara utuh, utamanya generasi milenial. “Adik-adik mahasiswa yang hidup di tahun 2000-an ke atas, dalam beberapa penelitian sudah banyak yang tidak mengenal Pancasila. Karena UU Sistem Pendidikan Nasional (Sikdisnas) Nomor 20 Tahun 2003 telah meniadakan Pancasila dalam kurikulumnya,” ujar akdemisi yang juga Director Moeslim of World Bekasi tersebut.
BACA JUGA: UIN KHAS Jember Siap Menuju Perguruan Tinggi yang Unggul
Haris juga menuturkan, hal tersebut terjadi karena adanya huru-hara reformasi pascajatuhnya Orde Baru yang membuat ideologi bangsa ini goyah. Oleh karena itu, dirasa wajar jika generasi milenial ini kurang paham tentang Pancasila. Apalagi terkait pemikiran tokoh tentang Pancasila dan Indonesia.
“Jika tidak paham Pancasila maka akan bahaya. Ideologi transnasional seperti Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) bisa masuk dengan mudah, menyusup dalam pemikiran muda mudi Indonesia. Maka dari itu, dengan adanya peringatan Hari Lahir Pancasila semoga bisa menambah pemahaman kita semua,” tambah Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli, Jember ini.
Acara kemudian dilanjut dengan launching buku dari Tim Pusat Studi Hukum, Pancasila, dan Konstitusi (PUSHPASI) berjudul “Paradigma Hukum Berbasis Pancasila” oleh Dr Qurrotul Uyun, Direktur PUSHPASI Fakultas Syariah. Secara simbolis dia menyerahkan buku itu Rektor UIN KHAS Jember, Wakil Ketua Rois Aam Syuriah PBNU dan Wakil Bupati Jember.
Prof Babun Soeharto menjelaskan, Pancasila pada dasarnya sudah sering kita dengar dan pelajari mulai dari bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun, yang menjadi pertanyaan apakah sudah dilaksanakan secara penuh oleh masyarakat, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Saya kira itu penting, supaya NKRI itu tetap utuh. Pancasila sebagai perekat semuanya. Kita sebagai anak bangsa tentunya harus bsia melaksanakan sila-sila pancasila,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan ijazah Kitab Fathul Mujib al Qarib dan Kitab Jumhuriyatu Indonesia al Muwahaddah fi Mizanis Syariah yang dilakukan secara langsung oleh pengarangnya, Dr [HC] KH Afifuddin Muhajir.
Peserta hadir secara offline sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari dosen, mahasiswa, beberapa ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. (*)
Reporter: Maulana
Fotografer: Humas UIN KHAS for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal