Hanya saja, partisipasi UMKM lokal dalam pasar global masih minim, sehingga perlu ada pendekatan kepada UMKM agar dapat mencapai kemajuan produk pangan dan nonpangan. Oleh karena itu, dalam konteks PEN, Bank Indonesia (BI) mendorong penetrasi UMKM di pasar digital dan ekspor.
Kantor Perwakilan BI Jember berinisiatif menyelenggarakan program kurasi produk UMKM, terutama pada wilayah kerja BI Jember yang ditujukan untuk membantu UMKM go digital dan go ekspor melalui penilaian kualitas produk. Program tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan Rumah Kurasi dan pemerintah daerah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.
Kepala Perwakilan BI Jember Yukon Afrinaldo menyampaikan harapannya kepada pelaku UMKM pada kegiatan kurasi ini. “Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan, pengalaman, dan kemampuan untuk menciptakan produk berdaya saing dan melakukan penetrasi ke pasar digital hingga ekspor,” katanya, Selasa (26/4) pagi.
Yukon Afrinaldo juga menyampaikan harapan kepada seluruh pihak terkait yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya acara kurasi produk UMKM ini. “Harapannya kegiatan ini dapat memetakan UMKM berdasarkan kelasnya agar pembinaan yang dilakukan ke depannya sesuai kapasitas dan kebutuhan UMKM, sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” lanjutnya.
Kegiatan kurasi produk UMKM ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember Arismaya Parahita. Dia mengapresiasi kegiatan Rumah Kurasi Produk UMKM. “Sinergi program lintas instansi ini diharapkan dapat mendukung UMKM untuk naik kelas dan siap berkompetisi di pasar nasional dan internasional,” ujarnya. (*)
Penulis : Ivona Anggun
Fotografer: Ivona Anggun
Editor : Mahrus Sholih
Editor : Ivona