Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisah Najib, Santri Pesantren Nuris yang Acap Kali Raih Juara Puisi

Safitri • Kamis, 24 Maret 2022 | 17:51 WIB
PENULIS MUDA: Tazyinatul Ilmiah dan Kayla Athaya Tifani, dua siswi SMA Nuris yang meraih dua juara sekaligus di ajang lomba cipta cerpen MAPK Fair 2021 yang diselenggarakan oleh MAN-PK Solo.
PENULIS MUDA: Tazyinatul Ilmiah dan Kayla Athaya Tifani, dua siswi SMA Nuris yang meraih dua juara sekaligus di ajang lomba cipta cerpen MAPK Fair 2021 yang diselenggarakan oleh MAN-PK Solo.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember sudah tidak bisa menahan rasanya juara. Di mana ada lomba, bisa dipastikan salah satu pesertanya santri Nuris. Sekali berlaga, pantang pulang sebelum menang. Istilah ini sangat cocok untuk masing-masing santri Nuris yang kerap kali juara favorit di setiap momen kompetisi.

Baca Juga : Pasca Tragedi Tidak Terbangkan Pesawat Boing 737-800 

Sebagaimana kisah M Najib Ihsan, santri yang sedang menempuh pendidikan SMK di Nuris tersebut membuktikan kemampuannya setelah beberapa kali juara favorit puisi. Belum lama ini, dia menjadi juara 1 lomba cipta dan baca puisi tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember, tahun kemarin.

Lomba cipta dan baca puisi tersebut menjadi kesempatan berharga bagi Najib untuk menunjukkan bakat sastranya. Najib mengatakan, awal mendaftar dengan mengirimkan video baca puisi secara daring. Kemudian, dia membacakan puisinya secara langsung setelah dinyatakan lolos seleksi. Tak disangka, karya yang bertema “pahlawan di masa pandemi” tersebut membawa dirinya meraih juara satu.

Di sisi lain, Pesantren Nuris juga mendorong keterampilan, bakat, dan seni yang dimiliki santrinya. Para santri yang gemar dengan bidang kesenian diberi wadah untuk mengembangkan bakatnya. Termasuk diikutsertakan dalam setiap perlombaan.

Najib mengatakan, dirinya sudah lama menekuni dunia sastra. Didukung dengan fasilitas pesantren, Najib mengaku dapat lebih mengembangkan bakatnya. “Memang basic skill saya dari dulu di bidang seni. Sementara, di sekolah juga ada kegiatan ekstrakulikuler seni,” tambahnya. Dengan itu, Najib merasa terbiasa membaca puisi dengan jiwa sastranya. Bahkan sering membuat karya puisi sendiri.

Kegiatan seni di luar jam sekolah banyak membantu Najib mengasah kemampuannya. Tak pelak, pada ajang kompetisi dirinya tidak kaku lagi, karena sudah terasah setiap hari.

 

 

Jurnalis : mg4
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Dwi Siswanto Editor : Safitri
#nuris