Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Polije Tingkatkan Ekonomi Kader Posyandu Kabupaten Jember di Era Covid-19

Yohanes Pangestu • Kamis, 2 September 2021 | 21:51 WIB
Photo
Photo
ARJASA, RADARJEMBER.ID – Tiga akademisi Politeknik Negeri Jember (Polije) yakni Maya Weka Santi, Cherry Triwidiarto, dan Theo Mahiseta Syahniar ikut aktif melakukan percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Jember. Salah satu bentuknya lewat diversifikasi produk kelor dan susu sapi untuk mencegah stunting.

Photo
Photo


Photo
Photo


Ketiga dosen Polije ini melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan sumber dana Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi Tahun Anggaran 2021. Ketiga dosen mendampingi kader Posyandu Manggis 18 Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Maya Weka Santi selaku ketua tim pengabdian menjelaskan, bentuk PKM berupa penyuluhan, pelatihan sampai pendampingan kader Posyandu dalam mencegah stunting. ”Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi atas hibah yang diberikan dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” kata Maya.

Pihaknya juga melakukan inovasi pembuatan pemberian makanan tambahan (PMT) dengan variasi bahan dasar daun kelor dan tanaman obat keluarga (TOGA) serta susu sapi dalam bentuk yoghurt kelor dan nugget kelor yang digemari balita. “Sehingga pencegahan stunting dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” lanjut Maya.

Tim pengabdian melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu-ibu kader untuk membudidayakan toga dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah. Juga melakukan pendampingan penerapan good dairy farming practice (GDFP). Pelatihan kewirausaan dan pemasaran produk PMT dan toga ini untuk peningkatan derajat ekonomi sebagai modal dalam pengelolaan posyandu. “Serta pelatihan yang terintegrasi dengan kegiatan kewirausahaan sehingga dapat tercipta manajemen posyandu yang sehat dan terpadu antara peningkatan kesehatan dan finansial,” ungkap Maya.

Menurut dia, Kecamatan Arjasa merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki jumlah balita gizi buruk yang tinggi sebanyak 3,8 persen. Salah satu Posyandu yang terdapat di kecamatan tersebut adalah Posyandu Manggis 18, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Saat ini masih terdapat balita bawah garis merah (BGM) di Posyandu Manggis 18.

Theo Mahiseta Syahniar, anggota tim pengabdian menambahkan, Desa Kemuning Lor merupakan desa mitra Polije sejak 2019. Latar belakang kader Posyandu Manggis 18 rata-rata tamatan SMA yang masih memiliki pengetahuan yang kurang terkait stunting dan cara pencegahannya. Sejak pertama berdiri hingga sekarang, Posyandu Manggis 18 belum memiliki produk olahan PMT dengan memanfaatkan potensi tanaman sekitar yang terstandar gizi dan teruji klinis.

"Kegiatan Posyandu Keliling yang menjadi satu-satunya harapan bagi para anggota di era Pandemi Covid-19 tidak berjalan dengan optimal, karena berbagai keterbatasan sejak terdapat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)" ujar Theo.

Sementara itu Cherry Triwidiarto menambahkan, upaya budidaya bahan dasar pembuatan PMT seperti daun kelor atau sayuran makanan lain, dapat dilaksanakan ibu-ibu kader posyandu. Dengan melakukan penanaman di pekarangan rumah mereka, misalnya untuk kawasan rumah pangan lestari (KRPL) dan toga. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian PKM ini diharapkan akan dapat berkontibusi dalam mencegah terjadinya balita kurang gizi atau gizi buruk di Posyandu Manggis 18.

Andayani selaku Ketua Kader Posyandu Manggis 18 menyambut postif kegiatan PKM Polije. Dia mengungkapkan, kegiatan pengabdian PKM dengan pengembangan diversifikasi produk kelor dan susu sapi sangat bermanfaat sekali. Apalagi daerah Rembangan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil susu sapi di wilayah Jember.

“Hal ini menjadikan para kader sangat antusias dalam mengikuti program ini dan berharap agar program ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan berbagai bidang pengembangan sehingga tingkat kepercayaan masyarakat untuk berpartisipasi di Posyandu Manggis 18 terus mengalami peningkatan” pungkasnya.

Reporter: Narto
Fotografer:
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Yohanes Pangestu
#Polije