alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Mahasiswa Polije Olah Pegagan Jadi Makanan Tambahan Cegah Stunting

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Salah satu kegiatan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM). Lima mahasiswa Program Studi (prodi) Produksi Tanaman Hortikuktura (PTH) dan prodi Produksi Tanaman Pangan (PTP) Politeknik Negeri Jember (Polije) yang juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, makin menunjukkan kreativitasnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa PTH mengusung tema ‘pengembangan produk olahan daun pegagan sebagai makanan pokok tambahan (MPT) pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi kader posyandu di Desa Bagon Kabupaten Jember’.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika selama ini banyak masyarakat menganggap tanaman pegagan sebagai tanaman liar atau gulma, mahasiswa Polije ini membuat inovasi MPT berbahan pegagan dengan berbagai macam bentuk. Seperti bubur instant, nugget dan cookies.

“Untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting pada anak, salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang. Di samping itu, asupan buah dan sayur juga penting. Salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat termasuk mengatasi stunting adalah pegagan. Namun di sini masih banyak orang yang belum mengetahui khasiatnya,” ungkap Vera Elfina, Ketua PKM-PM Prodi PTH.

Saat melakukan kegiatan di desa tersebut, ditemukan sebanyak lima dari 85 anak mengalami stunting dan perlu segera ditangani. Hal tersebut tentu menyumbang tingginya angka stunting di Kabupaten Jember yang pada 2020 lalu, masih menjadi nomor satu di tingkat Jawa Timur.

- Advertisement -

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Salah satu kegiatan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM). Lima mahasiswa Program Studi (prodi) Produksi Tanaman Hortikuktura (PTH) dan prodi Produksi Tanaman Pangan (PTP) Politeknik Negeri Jember (Polije) yang juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, makin menunjukkan kreativitasnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa PTH mengusung tema ‘pengembangan produk olahan daun pegagan sebagai makanan pokok tambahan (MPT) pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi kader posyandu di Desa Bagon Kabupaten Jember’.

Jika selama ini banyak masyarakat menganggap tanaman pegagan sebagai tanaman liar atau gulma, mahasiswa Polije ini membuat inovasi MPT berbahan pegagan dengan berbagai macam bentuk. Seperti bubur instant, nugget dan cookies.

“Untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting pada anak, salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang. Di samping itu, asupan buah dan sayur juga penting. Salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat termasuk mengatasi stunting adalah pegagan. Namun di sini masih banyak orang yang belum mengetahui khasiatnya,” ungkap Vera Elfina, Ketua PKM-PM Prodi PTH.

Saat melakukan kegiatan di desa tersebut, ditemukan sebanyak lima dari 85 anak mengalami stunting dan perlu segera ditangani. Hal tersebut tentu menyumbang tingginya angka stunting di Kabupaten Jember yang pada 2020 lalu, masih menjadi nomor satu di tingkat Jawa Timur.

SUMBERSARI.RADARJEMBER.ID- Salah satu kegiatan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah Pekan Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM). Lima mahasiswa Program Studi (prodi) Produksi Tanaman Hortikuktura (PTH) dan prodi Produksi Tanaman Pangan (PTP) Politeknik Negeri Jember (Polije) yang juga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, makin menunjukkan kreativitasnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa PTH mengusung tema ‘pengembangan produk olahan daun pegagan sebagai makanan pokok tambahan (MPT) pencegahan stunting dan peningkatan ekonomi kader posyandu di Desa Bagon Kabupaten Jember’.

Jika selama ini banyak masyarakat menganggap tanaman pegagan sebagai tanaman liar atau gulma, mahasiswa Polije ini membuat inovasi MPT berbahan pegagan dengan berbagai macam bentuk. Seperti bubur instant, nugget dan cookies.

“Untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting pada anak, salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang. Di samping itu, asupan buah dan sayur juga penting. Salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat termasuk mengatasi stunting adalah pegagan. Namun di sini masih banyak orang yang belum mengetahui khasiatnya,” ungkap Vera Elfina, Ketua PKM-PM Prodi PTH.

Saat melakukan kegiatan di desa tersebut, ditemukan sebanyak lima dari 85 anak mengalami stunting dan perlu segera ditangani. Hal tersebut tentu menyumbang tingginya angka stunting di Kabupaten Jember yang pada 2020 lalu, masih menjadi nomor satu di tingkat Jawa Timur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/