Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ruwat Kebangsaan PCTA Indonesia Jember, Refleksi Mendalam Makna Pancasila

M Adhi Surya • Jumat, 6 Juni 2025 | 20:43 WIB

Tradisi ruwatan dalam merefleksikan pancasila dan kebangsaan PTCA Indonesia Jember di Kecamatan Pakusari. (M ADHI S/JPRJ)
Tradisi ruwatan dalam merefleksikan pancasila dan kebangsaan PTCA Indonesia Jember di Kecamatan Pakusari. (M ADHI S/JPRJ)

Radar Jember – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia Jember menggelar acara Ruwat Kebangsaan yang sarat makna pada Rabu (4/6). 

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman. 

Bertempat di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, acara ini diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari tokoh budaya, aktivis mahasiswa, hingga kalangan pesantren.

Ruwat Kebangsaan bukan hanya menjadi ajang seremoni, melainkan sebuah proses spiritual dan intelektual dalam merawat semangat kebangsaan. 

Dalam suasana yang khidmat , kegiatan  ini dibuka dengan doa bersama dan pertunjukan budaya lokal, yang menjadi simbol keberagaman sekaligus kekuatan identitas bangsa. 

Pemahaman Pancasila bukan sekadar ideologi negara, melainkan asas yang menjadi jiwa dari setiap gerak langkah bangsa Indonesia.

Sarasehan refleksi kebangsaan menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Tjuk Sugiarto, dari DPP PCTA Bidang Kebudayaan, membuka diskusi dengan penekanan pada pentingnya kebudayaan sebagai benteng terakhir dalam menjaga keutuhan bangsa. 

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila hidup dalam tradisi dan budaya yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur bangsa.

Sementara itu, perwakilan KS GMNI Arie Lesus, menyoroti pentingnya generasi muda memahami Pancasila secara kontekstual. 

“Kebangsaan harus dihidupi, bukan hanya dihafalkan. Kita perlu membumikan Pancasila dalam tindakan nyata, khususnya dalam kehidupan sosial anak muda,” ujarnya.

Menambah dimensi spiritual, Gus Ubay yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nogosari, menyampaikan bahwa Pancasila sangat selaras dengan nilai-nilai keislaman yang moderat dan damai. 

Baca Juga: Piala Presiden 2025 Digelar 6 - 12 Juli, Ini Jadwal dan Lokasi Pertandingannya

Menurutnya, kegiatan seperti Ruwat Kebangsaan sangat penting untuk menyatukan nilai keagamaan dan kebangsaan agar tidak saling bertentangan. 

“Kita ini berbeda tapi bersaudara, itulah ruh Pancasila,” tutur Gus Ubay.

Tak kalah menarik, Cak Cid budayawan Jember, mengajak untuk kembali ke akar budaya lokal sebagai sumber inspirasi kehidupan berbangsa. 

Ia menyebutkan bahwa keberadaan budaya daerah adalah bukti nyata dari sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia. 

“Ketika budaya kita dirawat, maka semangat kebangsaan akan tumbuh kuat,” katanya dengan penuh semangat.

Ruwat Kebangsaan PCTA Indonesia Jember menjadi penanda bahwa refleksi terhadap nilai-nilai Pancasila tidak harus dilakukan dengan cara yang kaku. 

Justru melalui pendekatan budaya, spiritual, dan dialog lintas generasi, makna Pancasila dapat semakin membumi. Tentu ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kebangsaan adalah tugas kolektif seluruh elemen masyarakat, tanpa kecuali. (dhi)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Kebangsaan #ruwat #pancasila #PCTA Indonesia