Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kembangkan Permainan Tradisional, Kreasikan Egrang Jadi Tarian Estetik

Radar Digital • Sabtu, 10 Juni 2023 | 23:55 WIB
KREATIF: Siswa menampilkan tarian egrang dalam acara Menemukenali Strategi Pelestarian Permainan Tradisi (Egrang) dalam Perspektif Lokal. Acara ini berlangsung di salah satu hotel di Jember, Sabtu (10/6). (Ilham Wahyudi/Radar Jember)
KREATIF: Siswa menampilkan tarian egrang dalam acara Menemukenali Strategi Pelestarian Permainan Tradisi (Egrang) dalam Perspektif Lokal. Acara ini berlangsung di salah satu hotel di Jember, Sabtu (10/6). (Ilham Wahyudi/Radar Jember)
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Jika biasanya egrang hanya digunakan untuk berjalan saja, tapi hal berbeda ditunjukan oleh sejumlah siswa di Kecamatan Ledokombo, Jember. Mereka mengolaborasikan permainan tradisional itu dengan tarian. Gerakannya tetap lincah, layaknya penari pada umumnya.

Tarian egrang tersebut dikolaborasikan dengan tarian lain yang ada di Jember. Musik yang digunakan untuk mengiringi bukan hanya lagu daerah saja, melainkan beberapa lagu nasional, bahkan luar negeri. Dengan egrang yang mereka bawa, gerakan tariannya terlihat rancak dan menakjubkan.

BACA JUGA: Kisah Yang-eyang Segar Tanoker Jualan Kuliner

Direktur Tanoker Jember Farha Ciciek mengatakan, egrang merupakan permainan tradisi yang mengandung nilai edukasi tinggi. Bahkan, potensinya bukan hanya olahraga, melainkan juga seni. Seperti yang sudah dibawakan oleh para siswa tadi.

Egrang diharapkan bisa dikembangkan oleh pemerintah daerah. Baik menjadi muatan lokal dalam pembelajaran, maupun kegiatan ekstra kurikuler di sekolah. Sehingga permainan tradisional ini tetap lestari, meski dalam bentuk yang berbeda.

“Karena kalau cuma main egrang di mana-mana ada, tapi kalau dengan tarian itu yang unik,” katanya, dalam acara Menemukenali Strategi Pelestarian Permainan Tradisi (Egrang) dalam Perspektif Lokal. Agenda itu berlangsung di salah satu hotel di Jember, Sabtu (10/6).

Kreasi dalam permainan tradisional ini, juga dianggap sebagai upaya untuk melestarikan warisan nenek moyang. Serta dapat diterima dengan baik oleh semua kalangan, sesuai dengan zamannya. Untuk melakukan hal tersebut, lembaga pendidikan dianggap penting dan strategis sebagai wahana pengembangan. “Diharapkan bisa bersatu padu dalam melestarikan budaya secara aktif,” imbuhnya.

Diketahui bersama, egrang merupakan salah satu permainan tradisional khas Indonesia, yang menjadi bagian dari olahraga tradisional. Cara memainkannya adalah menggunakan sepasang bambu yang dibentuk seperti tongkat, dilengkapi tumpuan kaki yang terbuat dari kayu untuk berjalan.

Biasanya, permainan tradisional ini dimainkan oleh anak-anak, termasuk untuk atraksi orang dewasa. Ada beberapa manfaat dalam permainan ini, salah satunya mengembangkan dan mengontrol motorik anak. Selain itu, egrang dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai, kaki, abdomen, lengan, tangan dan lainnya. Juga dapat melatih keseimbangan dan kelenturan tubuh.

Sebagai permainan tradisional, egrang mendapat banyak sebutan yang berbeda di tiap wilayah. Seperti tengkak di Sumatera, jangkungan di Jawa Tengah, batungkau di Kalimantan, longga di Sulawesi dan egrang atau tonjhak di Jawa Timur. (*)

Reporter: Ilham Wahyudi

Editor    : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Tanoker #Jember #egrang