Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pawai Ogoh-Ogoh, Peringatan Budaya Menjelang Hari Raya Nyepi

Safitri • Selasa, 21 Maret 2023 | 17:18 WIB
SAMBUT NYEPI: Siswa mengangkat ogoh-ogoh untuk memperingati Hari Raya Nyepi di SD Tiga Bahasa Rukun Harapan, Jember, kemarin (20/3).
SAMBUT NYEPI: Siswa mengangkat ogoh-ogoh untuk memperingati Hari Raya Nyepi di SD Tiga Bahasa Rukun Harapan, Jember, kemarin (20/3).
KEPATIHAN, Radar Jember - Tidak dapat dimungkiri, Indonesia dan Jember memiliki berbagai agama dan budaya. Karena itu, penting untuk mengenalkan kebudayaan sejak dini kepada generasi penerus bangsa. Salah satu yang dapat diangkat yakni menjunjung toleransi terhadap perbedaan dan pengenalan budaya kepada siswa secara langsung.

BACA JUGA : Pencari Sayur Temukan Tengkorak Manusia di Sungai Kawasan TNMB Jember

Seperti yang dilakukan di SD Nasional Tiga Bahasa Rukun Harapan, di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember. Untuk mengajarkan toleransi dan praktik budaya, sekolah tersebut melakukan kegiatan pawai kebudayaan dan ogoh-ogoh dari depan sekolah menuju Alun-Alun Jember, kemarin (20/3).

Sebelum menempuh jarak satu kilometer mengarak ogoh-ogoh, kegiatan yang diikuti oleh siswa dari kelas satu sampai enam SD itu dibuka dengan penampilan tarian tradisional. Berbagai tarian dipertunjukkan oleh siswa yang mayoritas masih berumur 10 tahun. “Kegiatan ini memang untuk mengenalkan secara langsung budaya di Indonesia,” ungkap Kepala SD Nasional Tiga Bahasa Rukun Harapan Sarinah.

Melalui kegiatan itu, lanjutnya, sekolah mencoba mengenalkan tradisi budaya dari agama Hindu, yakni pawai ogoh-ogoh. Tak hanya itu, nantinya juga akan ada kegiatan yang serupa saat bertepatan pada hari-hari keagamaan lainnya. Dimulainya kegiatan tersebut didasari oleh siswa yang terdiri atas berbagai macam agama.

Nantinya, ketika ogoh-ogoh selesai diarak akan dibakar di tempat lain. Kendati demikian, ogoh-ogoh akan dijadikan satu dengan yang melaksanakan tradisi. Kegiatan itu akan mengedukasi siswa untuk mengenal secara langsung tradisi ogoh-ogoh yang kebanyakan digelar di Bali. “Tidak perlu jauh ke Bali, siswa akan kita kenalkan di sekolah langsung,” imbuhnya.

Perlu diketahui, ogoh-ogoh yang digunakan merupakan patung dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Berbahan kertas bekas bungkus semen dengan menggunakan rangka dari batang bambu. Patung ogoh-ogoh digambarkan sebagai raksasa menyeramkan. Perumpamaan sifat jelek manusia. Untuk mengangkatnya, terdapat empat sampai enam siswa yang menggotong ogoh-ogoh saat pawai.

Sementara itu, salah satu siswa yang mengangkat ogoh-ogoh, David, mengaku senang dengan adanya kegiatan itu. Sebab, bisa mengenal sekaligus merasakan langsung tradisi dan budaya umat Hindu. “Jadi tahu rasanya bawa ogoh-ogoh, tidak perlu jauh-jauh ke Bali,” pungkasnya. (qal/c2/nur) Editor : Safitri
#TRADISI #Nyepi