Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Peragakan Cerita Roro Jonggrang ke Siswa

Safitri • Sabtu, 18 Maret 2023 | 17:52 WIB
MERAWAT: Kepala UPT Liposos Dinsos Jember Roni Efendi sedang mencukur rambut ODGJ di halaman Liposos Jember.
MERAWAT: Kepala UPT Liposos Dinsos Jember Roni Efendi sedang mencukur rambut ODGJ di halaman Liposos Jember.
JEMBER LOR, Radar Jember – Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pancasila (P5) dalam implementasi Kurikulum Merdeka sudah mulai diterapkan di SMPN se-Jember. Beberapa guru mulai kreatif dalam menerapkan P5, seperti di SMPN 2 Jember yang menggunakan seni drama tari atau sendratari dalam metode pembelajarannya.

BACA JUGA : Barang Bukti Ribuan Botol Minuman Keras dan Narkotika Dimusnahkan

Dalam pertunjukan sendratari tersebut, beberapa cerita disampaikan. Mulai dari Roro Jonggrang, Dewi Sri, Ramayana, Calon Arang, Asal-usul Banyuwangi, hingga Ken Arok Ken Dedes. Acara yang dilaksanakan selama tiga hari,  16–18 Maret, tersebut tidak hanya disaksikan oleh siswa, tapi juga wali murid. “Sendratari jadi metode pembelajaran bertujuan untuk ikut melestarikan budaya agar tidak terkikis, dan terdapat nilai-nilai Pancasila,” ucap Ilham Adi Setiawan, selaku pembina sendratari SMPN 2 Jember.

Ilham yang juga sebagai guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Jember mengatakan, alasan memilih tema aksara drama agar para siswa ikut mengerti tentang cerita rakyat. “Apalagi para siswa dan siswi sekarang banyak yang tidak tahu tentang cerita rakyat, seperti Roro Jonggrang. Maka dari itu, kami turut ikut melestarikannya,” ungkapnya.

Menurutnya, hal utama yang menjadi fokus dalam penerapan P5 adalah proses pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi dan karakter para siswa. Selain itu, tidak semata-mata berfokus pada hasil atau produknya.

Kepala SMPN 2 Jember Udik Kristyono menyampaikan, SMPN 2 Jember mulai  menerapkan P5 dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolahnya. Apalagi, sekolahnya tersebut juga sebagai sekolah penggerak. “Walaupun Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Jember mulai diterapkan sejak tahun ajaran 2023/2024 dan baru lolos sebagai sekolah penggerak,” bebernya.

Penerapan P5, tambahnya, bertujuan menghargai kemampuan siswa dalam mengembangkan potensinya. Apalagi kemampuan setiap pelajar sangat berbeda-beda dan ditampung dalam satu wadah dengan menerapkan P5.

Menurutnya, dengan adanya P5, satuan pendidikan dapat bergotong-royong untuk merencanakan dan memfasilitasi siswa dan siswi dengan karakter yang berbeda-beda. Selain itu, kata dia, juga bisa memilih tema yang sedang viral dan relevan untuk pembelajaran siswa. “Agar siswa bisa berpikir kritis dan melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu yang sedang dibahas nantinya,” pungkasnya.  (Mg4/c2/dwi) Editor : Safitri
#Jember #Tari