Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Kanvas dan Kuas, Pria di Jember Ini Melukis di Kayu Gunakan Solder

Maulana Ijal • Jumat, 30 September 2022 | 00:54 WIB
ESTETIS: Thoni, 29, warga Desa Tegalbago, Kecamatan Arjasa, Jember, sedang menggarap salah satu pesanan lukisan, Kamis (29/9).
ESTETIS: Thoni, 29, warga Desa Tegalbago, Kecamatan Arjasa, Jember, sedang menggarap salah satu pesanan lukisan, Kamis (29/9).
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Lazimnya, melukis dilakukan di media kanvas dan kuas. Namun, salah satu pekerja seni di Desa Tegalbago, Kecamatan Arjasa, Jember, menggunakan papan kayu dan bara api untuk menghasilkan lukisan bakar yang bernilai jutaan rupiah.

Thoni, 29, sudah memiliki hobi menggambar sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Ia juga sempat melukis dengan menggunakan media kanvas dan kuas. Namun, setelah seorang teman mengenalkannya dengan dunia seni lukis bakar, ia menjadi tertarik.

“Awalnya kawan saya ada pesanan kotak kayu, tapi diminta untuk diberi gambar yang dihasilkan secara lukis bakar. Karena saya bisa menggambar, dikasihlah proyek itu ke saya,” kata Thoni saat ditemui, Kamis (29/9).

BACA JUGA: Gambarkan Nasib Perempuan dalam Lukisan

Dari proyek itulah Thoni mengenal seni lukis bakar yang dilakukan dengan solder sebagai pengganti kuas dan kayu sebagai kanvasnya. Ia mengaku sangat menikmati prosesnya dan menjadi tertarik untuk lebih mendalami teknik tersebut.

Berbagai jenis kayu dapat ia gunakan sebagai media lukis. Namun, yang paling bagus adalah jenis kayu jati. “Karena kalau memakai kayu jati, selain memang kuat, hasil lukisannya terlihat lebih indah dan estetik. Warna bakaran yang dihasilkan juga lebih enak dipandang” jelas Thoni.



Alat yang digunakan sebagai pengganti kuas adalah solder. Awalnya ia memakai solder biasa yang tidak bisa diatur suhu panasnya. Namun, ketika ia memutuskan untuk menekuni seni lukis bakar ini, ia menggunakan solder khusus yang dapat diatur seberapa tinggi temperaturnya.

Lukis bakar yang ia hasilkan sudah dipasarkan secara nasional melalui media sosial. Paling jauh adalah sampai Lampung dan Palembang. Bahkan salah satu karyanya sudah dibawa sampai ke Albania. “Ada pesanan dari orang sana yang memiliki tunangan orang Indonesia. Jadi lukisan saya dibawa ke sana,” terang Thoni.

Selain lukisan, ia juga memproduksi berbagai jenis aksesoris dan pajangan lain yang juga berbahan dasar kayu. Ada gantungan kunci, jam dan papan nama. “Karena kalau untuk tekniknya sendiri sudah dikenal lama. Saya coba mengembangkannya jadi berbagai jenis barang dan hiasan,” ucap Thoni.

Harga yang dibanderol untuk karya lukis bakarnya ini bervariasi. Mulai dari Rp 10 ribu untuk lukis bakar pada gantungan kunci, sampai jutaan rupiah untuk lukisan yang lebih rumit. Tergantung pada jenis kayu, barang dan kerumitan gambar yang ia hasilkan. “Sebulan bisa dapat belasan juta kalau memang sedang ramai pesanan,” pungkas Thoni. (*)

Foto   : Noer Fajriyatul Maslahah untuk Radar Jember

Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Lukis Bakar #Jember