Perayaan Hari Raya Galungan merupakan sebuah perayaan hari kemenangan Dharma atau kebaikan melawan Adharma atau keburukan, yaitu kemenangan kebenaran lewat restu dari Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan yang Maha Esa.
Hari Raya Galungan ditentukan menggunakan perhitungan Jawa dan jatuh pada Rabu Kliwon Wuku Dungulan. “Pada hari itu umat hindu akan merayakan atau melaksanakan persembahyangan di pura sekitar tempat tinggal, baru pada hari Minggunya dilaksanakan persembahyangan sentral galungan,“ ujar mangka Darmani, ketua panitia.
Persembahyangan ini diikuti kurang lebih 500 umat Hindu dari wilayah Jember. Selain itu juga hadir Ketua Parisada Hindu Dharma (PHDI) Jember, Ketua PHDI Umbulsari dan PHDI Jombang. Galungan menjadi perlambang dan momentum bahwa manusia bisa melawan musuh-musuhnya, baik musuh dalam diri dan di luar diri. “Dalam diri itu diantaranya hawa nafsu, kebencian, kemabukan dan kebingungan. Sedangkan musuh luar diri adalah kemiskinan, kebodohan, penyakit dan sebagainya,” pungkasnya. (*) Editor : Radar Digital