Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Cuma Fokus Ibadah Haji, Kepala Diskominfo Jember Regar Jeane Bongkar Drama Berebut Jemuran di Hotel Makkah

M Adhi Surya • Selasa, 2 Juni 2026 | 06:05 WIB
MENUNGGU CUCIAN: Secara bergantian jemaah haji cuci pakaian secara bergantian di Hotel Emmar Al Jawhara, kawasan Ar Rawdah, Makkah. (Regar Jeane Dealen Nangka)
MENUNGGU CUCIAN: Secara bergantian jemaah haji cuci pakaian secara bergantian di Hotel Emmar Al Jawhara, kawasan Ar Rawdah, Makkah. (Regar Jeane Dealen Nangka)

Radar Jember – Aktivitas mencuci pakaian yang biasa dilakukan di rumah menjadi pengalaman berkesan bagi Regar Jeane Dealen Nangka, jemaah Kloter 97 Jember dari KBIHU Al Ghazalie.

Di sela pelaksanaan ibadah haji, dia merasakan langsung bagaimana jemaah harus berbagi fasilitas mesin cuci dan jemuran dengan ratusan orang lainnya.

Regar mengaku sejak berangkat ke Tanah Suci dirinya dan sang istri membawa pakaian secukupnya.

Baca Juga: Sudah Masuk Fase Akhir Penyidikan, KPK Kebut Tahapan Kasus Kuota Haji, Segera Masuk Meja Hijau

Keterbatasan kapasitas koper membuat mereka harus mengatur penggunaan pakaian selama berada di Makkah.

"Saat berhaji, kami benar-benar belajar hidup seperlunya. Dengan bawaan yang terbatas, urusan pakaian harus dihemat sebaik mungkin," ujarnya.

Setelah kondisi fisik mulai pulih usai menjalani umrah wajib hingga puncak haji, Regar dan istrinya memutuskan mencuci pakaian di fasilitas yang disediakan Hotel Emmar Al Jawhara, kawasan Ar Rawdah, Makkah.

Belasan potong pakaian, termasuk kain ihram yang telah digunakan sejak keberangkatan dari Indonesia, dibawa ke lantai pelayanan tempat mesin cuci berada.

Namun, persoalan pertama yang ditemui bukanlah mesin cuci. Justru ketersediaan tempat menjemur menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Berpotensi Terjerat Berlapis, Ini Pasal yang Menjerat Yaqut dalam Kasus Kuota Haji, Begini Kata KPK

"PR pertama ternyata bukan mesin cucinya, tapi jemurannya. Karena tidak mungkin habis mencuci lalu bajunya tidak dijemur," katanya.

Beruntung, saat tiba di lokasi masih ada satu bentangan tali jemuran yang kosong. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan. "Kami langsung bergerak cepat sebelum rezeki jemuran itu diambil orang lain," tuturnya.

Di ruang cuci yang ramai jemaah, Regar sempat hendak menggunakan salah satu mesin.

Namun, seorang jemaah lain mengingatkan bahwa mesin tersebut sedang rusak.

Tak lama kemudian, jemaah lain yang baru selesai mencuci menawarkan mesinnya untuk digunakan.

"Masyaallah, di tanah suci bantuan kadang datang dari orang yang bahkan belum pernah dikenali sebelumnya," ungkap Kepala Diskominfo Jember itu.

Menurutnya, sikap saling membantu antarjemaah menjadi pemandangan yang kerap ditemui selama berada di Makkah.

Baca Juga: Usai Haji 2026, KPK Segera Limpahkan Berkas Kasus Kuota Haji Yaqut, Begini Alurnya

Keesokan harinya, Regar dan istrinya kembali ke lokasi untuk mengambil pakaian yang dijemur.

Seluruh pakaian telah kering meski sebelumnya ditumpuk pada satu bentangan tali.

"Haji memang bukan hanya tentang ibadah besar. Kadang ia hadir lewat hal-hal kecil, tentang antre mesin cuci, berbagi jemuran, saling membantu dengan orang asing, dan belajar hidup sederhana bersama pasangan di hadapan Allah," pungkasnya. (dhi/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#jemaah haji jember #Jemaah Haji #makkah #Ibadah Haji