MEKKAH, Radar Jember - Musim haji 1447 Hijriah diperkirakan berlangsung di tengah cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Suhu udara di kota suci Makkah diprediksi dapat mencapai 45 derajat Celsius pada siang hari.
Kondisi ini menjadi perhatian serius otoritas setempat.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk melindungi jutaan jemaah dari risiko dehidrasi dan kelelahan akibat panas.
Pusat meteorologi nasional menyebutkan bahwa musim panas tahun ini cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Minimnya curah hujan membuat suhu terasa lebih menyengat, terutama di area terbuka seperti Arafah dan Mina.
Baca Juga: Blangko Terbatas, Kini Dispendukcapil Bondowoso Prioritaskan Wajib KTP Baru
Sebagai antisipasi, pemerintah menyediakan fasilitas tambahan seperti penyemprot air (mist fan), tenda berpendingin, serta distribusi air minum gratis di berbagai titik.
Petugas kesehatan juga disiagakan selama 24 jam.
Jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dengan cukup minum, menggunakan pelindung kepala, serta menghindari aktivitas berat pada siang hari.
Edukasi ini terus disampaikan melalui berbagai kanal resmi.
Bagi jemaah asal Indonesia, pemerintah melalui petugas haji juga memberikan pembekalan khusus terkait adaptasi cuaca panas.
Hal ini penting mengingat perbedaan iklim yang cukup ekstrem.
Baca Juga: Arab Saudi Tegas: Angkut Jemaah Haji Ilegal Terancam Denda Rp230 Juta dan Penjara
Dengan kombinasi pengaturan ketat dan kesiapan menghadapi cuaca, pemerintah berharap pelaksanaan haji tahun ini tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh jemaah dari berbagai penjuru dunia.
Editor : Faqih Humaini