Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gus Baha Beberkan Rahasia Haji Murah Lewat Jalur Nabung Konsisten

M Adhi Surya • Kamis, 30 April 2026 | 17:24 WIB
Ilustrasi Haji
Ilustrasi Haji

Radar Jember – Anggapan bahwa ibadah haji hanya milik kaum berduit ditepis dengan logika sederhana oleh KH Ahmad Bahauddin Nursalim. 

Ulama kharismatik yang akrab disapa Gus Baha ini menekankan bahwa rukun Islam kelima tersebut sebenarnya bisa dijangkau oleh siapa saja, asalkan memiliki manajemen niat dan konsistensi finansial yang kuat sejak dini. 

Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan ini mengajak umat untuk tidak silau dengan angka puluhan juta rupiah yang seringkali menjadi beban mental sebelum melangkah.

Baca Juga: Kabar Haji 2026 Terbaru Hari Ini: Payung Hingga Kacamata UV, Antisipasi Panas Ekstrem

Dalam sebuah kajian yang diunggah melalui kanal YouTube Santri Gayeng, Gus Baha membedah kalkulasi biaya haji dengan kacamata yang lebih ringan. 

Menurutnya, biaya haji yang mencapai kisaran Rp 40 hingga Rp 50 juta sebenarnya tidaklah mahal jika dikonversi ke dalam durasi waktu hidup manusia. 

Ia mengilustrasikan, bagi seseorang yang memiliki rentang usia produktif hingga 60 tahun, beban tersebut sebenarnya hanya berkisar di angka Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu per hari setara dengan harga segelas teh di warung pinggir jalan.

Baca Juga: Jemaah Haji 2026 Wajib Tahu! Ini Daftar Barang yang Harus Masuk Koper dan Tas Kabin Agar Tidak Terhambat!

Logika matematika spiritual ini dijabarkan Gus Baha dengan rinci untuk memotivasi jamaah. 

Jika seseorang mampu menyisihkan Rp 3 ribu secara konsisten setiap hari, maka dalam satu bulan akan terkumpul Rp 90 ribu. 

Dalam sepuluh tahun, angka tersebut menyentuh Rp 9 juta. 

"Jika akumulasi ini dilakukan secara disiplin sejak muda hingga usia 60 tahun, maka totalnya bisa mencapai lebih dari Rp 60 juta. Angka ini sudah lebih dari cukup untuk melunasi biaya haji reguler," jelas ulama asal Rembang tersebut.

Tidak berhenti di situ, Gus Baha juga memberikan simulasi bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki sedikit lebih besar, yakni Rp 10 ribu per hari. 

Dengan nominal tersebut, tabungan dalam satu bulan mencapai Rp 300 ribu, yang berarti Rp 3,6 juta dalam setahun. 

Jika konsistensi ini dijaga selama 40 tahun, maka dana yang terkumpul bisa menembus angka untuk pendaftaran Haji Plus. 

Baca Juga: Jemaah Haji Wajib Tahu! Kemenhaj Tegaskan Tak Ada Biaya Tambahan Selama di Tanah Suci, Laporkan jika Ada Pungli!

Strategi ini menunjukkan bahwa faktor utama keberangkatan ke Baitullah bukanlah besarnya penghasilan, melainkan kekuatan kedisiplinan.

Realita dari teori Gus Baha ini menemukan bukti nyatanya di lapangan. 

Imam Syafi’i, seorang tukang bangunan asal Umbulsari Jember, menjadi potret hidup dari keajaiban menabung kecil. 

Baca Juga: Kencong Dominasi Haji Jember! 406 Jemaah KBIHU Assunniyah Siap Berangkat, Intip Jadwal Terbang Haji Plus & Reguler!

Pria berusia 59 tahun ini dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada 13 Mei 2026 mendatang. 

Keberhasilannya melunasi biaya haji bukan berasal dari proyek besar, melainkan dari ketekunannya mengumpulkan uang logam atau koin selama 14 tahun terakhir.

Perjuangan Syafi’i mengumpulkan receh demi receh membuahkan hasil luar biasa, yakni total tabungan logam mencapai Rp 21 juta. 

Uniknya, saat melakukan pelunasan di lembaga bimbingan haji, ia membawa empat buah toples raksasa yang berisi tumpukan koin dengan berat total mencapai 1,1 kuintal. 

Syafi’i sengaja memilih uang logam karena dianggap lebih tahan lama, tidak mudah rusak dimakan usia, dan tidak rentan hancur jika disimpan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Kisah inspiratif dari Jember ini menjadi validasi atas pesan Gus Baha bahwa niat harus mendahului kemampuan finansial. 

Gus Baha berpesan agar setiap muslim, terlepas dari kondisi ekonominya saat ini, harus tetap menanamkan keinginan kuat untuk berhaji. 

Baca Juga: 12 Kloter Perdana Bergerak, Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Madinah ke Makkah

Niat adalah jangkar spiritual yang akan mengarahkan perilaku seseorang, termasuk dalam hal mengatur pengeluaran harian demi mengejar rida Allah di Tanah Suci.

"Jangan sampai kita mengatakan haji itu mahal. Kita harus tetap punya niat, karena Ka’bah adalah pusat peradaban Islam," tegas Gus Baha. 

Baginya, urusan apakah seseorang nantinya benar-benar sampai ke Mekkah atau tidak adalah rahasia takdir. 

Baca Juga: Rekomendasi Oleh-oleh Haji Yang Wajib Dibeli

Namun, memiliki niat dan melakukan ikhtiar kecil seperti menabung adalah kewajiban hamba sebagai bentuk penghormatan terhadap syariat Islam dan kerinduan pada pusat ibadah dunia.

Secara sosiologis, pendekatan Gus Baha ini juga mengedukasi masyarakat untuk lebih bijak dalam literasi keuangan berbasis religi. 

Dengan memecah angka puluhan juta menjadi ribuan rupiah per hari, beban psikologis "biaya tinggi" otomatis luruh. 

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan angka pendaftar haji dari kalangan pekerja sektor informal yang selama ini merasa tidak mungkin bisa menginjakkan kaki di padang Arafah. (dhi)

Editor : M ADHI SURYA
#rukun islam #menabung #Gus Baha #Haji #padang arafah