Radar Jember — Di bawah naungan langit cerah, jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jember, Jalan Karimata, Kecamatan Sumbersari, berhimpun dalam keheningan penuh makna, Kamis pagi kemarin (29/5/2025).
Lantunan kidung mengalun pelan, seolah mengantar Sang Juru Selamat naik ke surga.
Dalam Misa Kenaikan Yesus Kristus kali ini, hati umat dipenuhi syukur dan pengharapan.
Sebab, meski terangkat, roh panglipur dijanjikan tinggal, menemani langkah iman di bumi yang terus bergulir.
Ibadah yang berlangsung khidmat ini dipenuhi suasana syukur dan pengharapan, menandai momen penting dalam kalender liturgi Kristen.
Dalam khotbah hari terakhirnya di Jember, Pendeta Soni Saksono Putro mengajak jemaat merenungkan makna kenaikan Kristus sebagai panggilan untuk hidup yang lebih bermakna dan melayani sesama.
"Allah ditinggikan dengan sorak sorai, Allah ditinggikan dengan sangkakala," ucapnya memimpin kidung lagu syukur sebelum pelepasan burung dara mengakhiri misa.
Wakil Ketua I Bidang Teologi GKJW Jember Penatua Murbo Triyoso mengungkapkan, kenaikan Yesus Kristus setelah 40 hari kebangkitan-Nya, adalah mempersiapkan umat manusia yang penuh dosa untuk nanti bisa menempati surga.
Lantas akan turun Roh Kudus.
"Dia naik ke surga, sepuluh hari berikutnya Dia memberikan diri-Nya sebagai roh, sehingga kita hidup ini disertai oleh Roh Kudus itu," ceritanya.
Perayaan kenaikan Yesus kali ini, kata dia, juga menjadi momen pembuka bulan kesaksian dan pelayanan.
Anak, pemuda, perempuan, hingga lansia menjadi kesatuan telah bersaksi untuk melayani jemaat.
"Melalui tutur kata juga aksi sosial," katanya.
Kesaksian dan pelayanan menjadi bentuk cinta kasih umat Kristen.
Tak hanya disampaikan kepada sesama agama mereka, tetapi sesama manusia tanpa pandang keyakinannya.
"Dalam kegiatan satu bulan nanti jemaat akan mengadakan kunjungan kepada keluarga, bantu doa, memberikan dukungan melalui bingkisan kepada yang perlu bantuan," ulasnya menyebut aksi nyatanya.
Menandai sebulan penuh pelaksanaan bulan kesaksian dan pelayanan itu, secara simbolis seluruh jemaat mengiringi pelepasan burung dara yang dilambangkan sebagai Roh Kudus.
Sejatinya, Kenaikan Yesus merupakan rangkaian sakral sejak kelahiran-Nya.
Momentum refleksi dan penguatan iman umat Kristen.
"Kalau dulu Tuhan sudah berbaik kepada kita, maka kita juga harus baik kepada sesama. Karena kewajiban kita sebagai umat percaya itu hanya dua sebenarnya. Mengasihi pada Tuhan dan mengasihi kepada sesama," jelas Murbo. (sil/c2/nur)
Baca Juga: Cerita Penjahit Difabel Asal Jember Berangkat Haji, Ini yang Dilakukannya Selama Bertahun-tahun
Editor : Imron Hidayatullahh