radar jember - Jumat Agung, yang diperingati hari ini oleh umat Kristiani di seluruh dunia, bukan hanya mengenang pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, tetapi juga menjadi momen sakral untuk merenungi kekuatan di balik penderitaan. Di balik kisah duka dan derita, Jumat Agung membawa pesan transformatif: membentuk mental pemenang sejati dalam kehidupan.
Dalam sejarahnya, Jumat Agung merujuk pada penyaliban Yesus di Bukit Golgota sekitar 2.000 tahun lalu, sebuah peristiwa yang menjadi inti dari iman Kristen. Namun, lebih dari sebuah kisah sejarah, hari ini menjadi pengingat spiritual tentang arti perjuangan, pengampunan, dan harapan.
Makna Jumat Agung tahun ini mengajak umat untuk melihat penderitaan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai proses pembentukan karakter. “Justru dari proses menghadapi rintangan itulah, karakter dan kepribadian seseorang mulai terbentuk dan berkembang,” demikian salah satu refleksi yang berkembang di kalangan umat.
Yesus yang rela memikul salib-Nya dengan sabar, menghadapi pengkhianatan, siksaan, dan akhirnya kematian, mengajarkan nilai perjuangan sejati. Keteladanan ini menjadi inspirasi untuk tetap bertahan dalam tekanan, bangkit dari kegagalan, dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.
Mental pemenang bukanlah tentang kemenangan tanpa luka, melainkan tentang kemampuan untuk tetap berjalan meski dalam kesakitan. Dalam terang Jumat Agung, penderitaan dilihat sebagai bagian dari jalan keselamatan—baik secara spiritual maupun dalam dinamika hidup sehari-hari.
Selain refleksi pribadi, Jumat Agung juga menjadi waktu untuk menanamkan nilai pengampunan dan kasih tanpa syarat. “Daripada menyimpan kebencian, Yesus justru mengajarkan untuk memaafkan,” kata seorang jemaat dalam ibadah di Gereja Katedral Jakarta, yang hari ini menyediakan 2.700 kursi bagi umat yang ingin mengikuti liturgi khusus.
Dengan suasana hening dan khidmat, umat Kristiani diajak untuk merenungi bahwa dari kematian Kristus lahir kehidupan baru—sebuah kemenangan kasih yang mengalahkan maut.
“Jumat Agung bukan hanya tentang penderitaan, tapi tentang harapan dan cinta yang menguatkan,” tulis salah satu ucapan yang beredar luas hari ini. Pesan-pesan Jumat Agung tahun ini mengandung semangat untuk menghadapi hidup dengan keberanian, rendah hati, dan iman yang teguh.
Sebagai bagian dari Tri Hari Suci yang berpuncak pada Paskah, Jumat Agung tahun ini menjadi momen refleksi yang kuat: bahwa setiap beban yang kita pikul dapat menjadi jembatan menuju kedewasaan rohani dan kemenangan hidup yang sejati.
Editor : M. Ainul Budi