Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ketupat, Makanan Khas Lebaran yang Tak Tergantikan

Safitri • Kamis, 13 Mei 2021 | 22:10 WIB
SUDAH TRADISI: Salah seorang penjual ketupat sedang mempersiapkan dagangannya sebelum dibawa ke pasar. Makanan ini menjadi kudapan tradisional saat Lebaran yang selalu diburu masyarakat.
SUDAH TRADISI: Salah seorang penjual ketupat sedang mempersiapkan dagangannya sebelum dibawa ke pasar. Makanan ini menjadi kudapan tradisional saat Lebaran yang selalu diburu masyarakat.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Siapa yang tak tahu ketupat? Makanan berbahan dasar beras yang direbus kemudian dibungkus menggunakan daun kelapa itu. Hampir seluruh masyarakat, terutama di Jember, menyiapkan hidangan tradisional ini pada setiap momentum Idul Fitri. Bahkan, tak afdol rasanya, jika saat Lebaran tidak ada makanan bertekstur lembut tersebut.

Seperti yang disampaikan Alfiyatul Hasanah. Kata dia, sudah menjadi tradisi keluarga, setiap Lebaran harus ada ketupat di meja makannya. Apalagi saat hari pertama Lebaran, momen silaturahmi dan berkumpulnya keluarga serta makan bersama.

"Tidak Lebaran kalau tidak ada ketupatnya. Biasanya, nanti didampingi opor sama semur," ungkapnya.

Tak hanya Alfiyah, nampaknya banyak warga lain yang masih setia melakukan tradisi tersebut. Hal itu juga memengaruhi penjualan ketupat di pasaran. Seperti yang dialami Wasilah, salah seorang penjual ketupat di Pasar Tanjung. Dia mengaku kebanjiran pembeli sejak dua hari sebelum Lebaran.

Dari tahun ke tahun, ketupat selalu menjadi makanan yang diburu masyarakat. Meski telah banyak makanan modern yang mungkin rasanya tak kalah enak. Bahkan pada saat pandemi seperti saat ini, masyarakat tetap membeli ketupat.

"Setiap tahun mesti jualan di sini, dan selalu ramai yang beli. Sudah jadi kebiasaan banyak orang, beli ketupat mulai dua hari sebelum Lebaran. Besoknya ini juga tambah ramai lagi," paparnya.

Ketupat milik Wasilah dijual seharga Rp 8.000 hingga Rp 10 ribu per ikat. Tergantung besarnya ukuran ketupat. Sedangkan dalam satu ikat berisi sebanyak sepuluh biji ketupat. "Ada yang besar ada yang kecil. Kalau yang kecil delapan ribu, yang besar sepuluh ribu," pungkasnya.

 

Reporter: mg1
Fotografer: mg1
Editor: Mahrus Sholih Editor : Safitri
#Ramadan