RADAR JEMBER – Dunia perfilman Indonesia kembali menghadirkan tontonan horor dengan nuansa berbeda. Film berjudul Jembatan Shiratal Mustaqim dipastikan tayang di bioskop pada 9 Oktober 2025.
Tidak sekadar menyajikan teror mistis, film ini mengangkat tema spiritual dan kritik sosial dengan menyoroti praktik korupsi serta konsekuensinya di akhirat.
Disutradarai oleh Bounty Umbara dan diproduksi oleh Dee Company, film ini menghadirkan alur cerita yang terinspirasi dari ajaran agama tentang jembatan Shiratal Mustaqim, jembatan tipis yang diyakini terbentang di atas neraka dan harus dilewati manusia menuju surga.
Kisah berpusat pada Arya (Raihan Khan), seorang pemuda yang dihantui penglihatan menegangkan tentang Shiratal Mustaqim.
Bersama sang ibu (Imelda Therinne), ia menyelidiki kasus dugaan penggelapan dana bantuan bencana tsunami. Penyelidikan itu menyeret mereka pada bahaya besar, sekaligus membuka realitas kelam mengenai dosa, korupsi, dan balasan akhirat.
Selain Raihan Khan dan Imelda Therinne, film ini juga diperkuat oleh Agus Kuncoro, Mike Lucock, Eduwart Manalu, Rory Asyari, dan Khalif Al Juna.
Penulisan skenario dipercayakan kepada Erwanto Alphadullah, sementara produser Dheeraj Kalwani berharap film ini mampu meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.
Berbeda dengan horor pada umumnya, Jembatan Shiratal Mustaqim tidak hanya menampilkan teror makhluk gaib, melainkan juga menyuguhkan pesan moral tentang pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya di dunia.
Visualisasi jembatan akhirat, penderitaan masyarakat akibat korupsi, serta konflik batin para karakter menjadi daya tarik tersendiri.
Film ini diprediksi bakal memantik diskusi publik, karena berani menggabungkan hiburan horor dengan refleksi spiritual dan kritik sosial.
Pertanyaan yang diusung pun sederhana namun dalam: sudahkah manusia siap menghadapi balasan di akhirat akibat perbuatannya di dunia?
Penulis : Yunita Setyowati
Editor : M. Ainul Budi