Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

UPDATE WETON - Pernikahan Terhalang WETON? Ini Dia Solusi Yang Mungkin Bisa Kamu Coba

Radar Digital • Rabu, 9 Oktober 2024 | 12:00 WIB

 

Weton
Weton

Radar Jember - Dalam tradisi masyarakat Jawa, sebelum melanjutkan hubungan ke pernikahan, terdapat beberapa ritual yang harus dilakukan, salah satunya adalah menghitung weton.

Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk menilai kecocokan antara kedua calon pengantin. Dalam Primbon Jawa, terdapat 35 weton, masing-masing dengan ramalan yang berbeda, baik positif maupun negatif.

Salah satu weton yang dianggap cocok adalah weton jodoh ketemu 25. Menurut informasi dari batam.tribunnews.com, ini merujuk pada jumlah neptu dari weton kedua calon pengantin. Contohnya, jika weton Anda adalah Senin Wage dan pasangan Anda adalah Sabtu Kliwon, maka jumlah neptu keduanya dihitung menjadi 8 + 17 = 25.

Weton jodoh ketemu 25 ternyata dianggap pantang untuk menikah. Menurut Primbon Jawa, ada delapan ramalan yang mengatur kecocokan, yaitu Pegat, Ratu, Jodoh, Topo, Tinari, Padu, Sujanan, dan Pesthi.

Weton dengan jumlah neptu 25 termasuk dalam ramalan Sujanan, yang berarti bahwa rumah tangga akan sering mengalami masalah, pertengkaran, dan perselingkuhan.

Masalah ini dapat muncul karena perbedaan karakter, masalah ekonomi, atau berbagai musibah. Oleh karena itu, biasanya para tetua menyarankan pemilik weton jodoh ketemu 25 untuk mempertimbangkan perpisahan demi menghindari kesulitan dalam pernikahan.

Namun, jika kedua calon pengantin tetap ingin menikah, mereka disarankan untuk memilih hari baik untuk melaksanakan pernikahan.

Hari pernikahan sebaiknya ditentukan pada tanggal yang bernilai Satriya Wibowo, karena tanggal ini dipercaya dapat menangkis segala bentuk ketidakberuntungan. Selain itu, disarankan untuk menghindari bulan Suro saat menentukan tanggal pernikahan.

Untuk mengantisipasi larangan menikah, terutama bagi weton yang kurang cocok, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah mengadakan ruwatan, yang merupakan upacara tradisional dalam budaya Jawa.

Ruwatan bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kutukan atau sial yang dapat membahayakan. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, biasanya berupa sajen, yaitu makanan dan benda seperti bunga yang digunakan sebagai sarana komunikasi dengan makhluk gaib.

Selain itu, ada juga metode 'bangun nikah' atau menikah ulang. Menurut jurnal tentang Tradisi Bangun Nikah dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat, bangun nikah adalah proses memperbarui akad yang dianggap cacat.

Diharapkan dengan melaksanakan bangun nikah, pasangan suami istri dapat meraih keberkahan dan mewujudkan harapan mereka.

Namun, penting untuk diingat bahwa pandangan ini bersifat tradisional dan tidak menjamin keberhasilan atau kegagalan suatu hubungan. Oleh karena itu, menghitung weton Jawa untuk pernikahan bisa menjadi cara untuk mencari berkah.

Meski demikian, keberhasilan suatu hubungan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk komunikasi, kesetiaan, kesesuaian nilai, dan kerja sama.

Setiap pasangan memiliki dinamika yang unik, sehingga tidak selalu tepat untuk menggeneralisasi atau mengikuti pandangan primbon dalam memilih pasangan.

Oleh karena itu, sebaiknya kita memahami dan menghormati pandangan tradisional tersebut, sembari membangun hubungan yang baik melalui komunikasi, pengertian, dan dukungan dalam menghadapi berbagai masalah yang mungkin muncul dalam kehidupan rumah tangga. (ving)

Editor : Radar Digital
#update weton #weton