Hal itu disampaikan oleh Ustad Abu Hasanudin, Wadir Ibnu Katsir Jember. Dalam tausiahnya, dia mengatakan, dalam menjalani kehidupan, sebagian orang memang akan mengalami kerugian besar. Kerugian itu menurutnya karena tidak mampu memanfaatkan waktunya sebaik mungkin. “Orang berbohong akan ketemu belakangan dan orang jujur juga akan ketemu belakangan. Semuanya hanya persoalan waktu saja,” tutur Ustad Abu.
Dengan mengutip perkataan Imam Syafii dia meyakini, bahwa waktu pada saatnya akan membuka segalanya. “Walaupun secepat kilat kebohongan itu lari meninggalkan kebenaran, maka akan segera mungkin kebenaran akan menyusulnya,” imbuhnya. Kerugian akibat tidak bisa memanfaatkan waktu itu diyakini Ustad Abu menjadi problem setiap hadirin yang hadir dalam tausiah tersebut.
Dia pun tak lupa memberikan kiat-kiat memanfaatkan waktu dengan baik. “Setiap waktu, selalu ada peluang. Jika kita tidak mempercayai itu, maka peluang itu akan hilang,” tuturnya di hadapan jamaah. Namun dia juga berkeyakinan, jika para hadirin mempercayainya, maka setiap orang akan mudah melaksanakan ibadah dan mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa.
“Kalau ilmu sudah tidak bisa diamalkan, bagai pohon tidak ada buahnya. dwMereka yang merugi adalah yang mengetahui ilmu dan memahami ilmu tetapi tidak mengamalkannya,” jelasnya. (*) Editor : Radar Digital