RADAR JEMBER - Nama Lora Fadil anggota DPR RI periode 2019-2024 akhir-akhir ini kembali mencuat.
Bukan karena track rekordnya sebagai dewan. Namun, kelakuan anaknya Achmad Syahri As Siddiqi yang menjadi anggota DPRD Jember saat ini.
Achmad Syahri kedapatan enak asik main game dan merokok saat ia mengikuti RDP bersama BPJS Kesehatan dan para kepala Puskesmas di Jember beberapa hari lalu.
Peristiwa yang viral di media sosial sejak Senin (11/5) itu kini berbuntut pemeriksaan etik. Ini sekaligus membuka kemungkinan dijatuhkannya sanksi berat terhadap legislator tersebut.
Anggota Komisi D DPRD Jember Achmad Syahri As Sidiqi terekam kamera sedang memainkan game di ponselnya di tengah forum resmi yang membahas persoalan campak, AKI, AKB, stunting, dan layanan kesehatan.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim menegaskan, lembaganya tidak akan menoleransi tindakan yang dinilai melanggar disiplin tersebut.
Menurutnya, pimpinan dewan telah mengambil langkah awal dengan memberikan teguran dan menyerahkan proses selanjutnya kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD.
“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permohonan maaf. Ini akan kami proses karena menyangkut etika lembaga DPRD. Yang bersangkutan akan kami tegur karena tidak menerapkan kedisiplinan dan etika saat berada di ruang rapat,” katanya, kemarin.
Sementara itu, profil Ra Fadil atau Lora Fadil sang ayah kini kembali mencuat.
Fadil Muzakki Syah alias Lora Fadil ramai diperbincangkan di sosial media. Sebab anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem itu, pernah tertidur dalam sidang paripurna yang melantik dirinya menjadi anggota legislatif, (1/10/2019).
Selain itu, Ra Fadil juga dikenal dengan istrinya yang lebih dari satu.
Bahkan saat pelantikannya di DPR RI 2019 silam ia memboyong tiga istrinya untuk foto bersama di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
"Jadi itu kesalahan pertama dan terakhir," kata Fadil kala itu Rabu (2/10/2019).
Ia menyesali momentum saat tertidur ternyata tertangkap kamera
Alasannya, ia kelelahan karena kurang tidur. Dalih lainnya, ia hanya memejamkan mata sejenak saat pembacaan doa penutup. Fadil berjanji tak akan mengulangi kesalahannya itu.
Malam sebelum pelantikan, ia lawatan ke hotel tempat anggota DPR lainnya bermalam. Terlebih, KPU hanya menyediakan satu kamar Hotel Shangrila untuk Fadil dan ketiga istrinya bermalam di Jakarta.
"Kami kan hanya dapat hotel satu jadi ya satu kamar [berempat]," jelasnya kala itu.
Editor : M. Ainul Budi