RADAR JEMBER - Pendirian Koperasi Desa Merah Putih ternyata punya tujuan mulia yang menyentuh akar persoalan terutama di kalangan masyarakat bawah.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bawah alasan membangun program Koperasi Desa Merah Putih ialah untuk mencegah agar petani tidak terjerat rentenir yang mencekik.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih antara Berharap dan Mencurigai
Selama ini petani cenderung mengalami kesulitan dalam hal permodalan. Mereka terkendala untuk mengakses sistem keungan di perbankan konvensional yang syaratnya banyak dan lama. Sementara itu rentenir hadir sebagai solusi meskipun dengan bunga yang sangat tinggi.
“Kenapa saya bangun ini (Kopdes Merah Putih) karena petani ini kan dia 120 hari baru panen 3 bulan, di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit jadi dia perlu pinjam uang dari rentenir dan rentenir itu ngeri dia tuh 1 persen sehari,” kata Prabowo dalam diskusi bertajuk Presiden Prabowo Menjawab.
Baca Juga: Zulhas Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Motor Pemerataan Ekonomi dari Desa
Kedepan Koperasi Desa Merah Putih harus bisa menjadi pengganti rentenir yang menindas. Koperasi bisa menawarkan modal cepat dan tidak ribet tetapi harus dengan bunga yang terjangkau,
“Konglomerat berapa persen paling tinggi 9 persen (bunganya), 10 persen, katakanlah 12 persen. (Rakyat kecil) 20 persen (bunganya di rentenir), nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu, kalau perlu 6 persen setahun (bunga pinjamannya),” ujar Prabowo
Editor : M. Ainul Budi