RADAR JEMBER - Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang beredar mengenai komitmen sumbangan dana dalam jumlah fantastis untuk sektor pendidikan.
Dalam pernyataan terbarunya, Presiden membantah adanya janji pemberian bantuan senilai belasan triliun rupiah yang dikaitkan dengan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) nasional.
Penegasan ini disampaikan guna meluruskan simpang siur informasi di tengah masyarakat serta memastikan bahwa kebijakan anggaran pendidikan tetap berjalan sesuai dengan mekanisme APBN yang berlaku dan transparan.
Klarifikasi Mengenai Angka Rp17 Triliun
Baca Juga: Pengemudi Ojol di Solo Rasakan Manfaat BHR Naik: Senang Banget, Terima Kasih Presiden Prabowo
Isu mengenai dana sebesar Rp17 triliun tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan pendidik dan pengamat kebijakan publik.
Namun, pihak istana menekankan bahwa setiap alokasi anggaran negara harus melalui proses perencanaan dan persetujuan legislatif yang matang, bukan berdasarkan komitmen personal yang tidak tercatat secara resmi.
Mengenai kebenaran kabar tersebut, Prabowo Subianto secara langsung memberikan pernyataan untuk meredam spekulasi yang berkembang di ruang publik.
“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” ujar Prabowo dikutip dari Antara, Minggu (22/3/2026).
Prabowo menegaskan komitmen dalam bentuk keuangan terkait bergabungnya Indonesia tidak pernah ada.
Baca Juga: Respons Instruksi Presiden Prabowo, Gus Fawait Ajak Kepala OPD Mulai Diet BBM di Jember
Ia mengklaim hal ini ditunjukkan ketika Indonesia absen dari pertemuan di founding donors pada 19 Februari lalu.
“Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar, tetapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tegas Prabowo.
Editor : M. Ainul Budi