Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Republik yang Berkali-kali Hampir Retak

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Republik yang Berkali-kali Hampir Retak
Republik yang Berkali-kali Hampir Retak

Advertisement

RADAR JEMBER - 17 Agustus 2026. Seluruh rakyat Indonesia kembali merayakan kemerdekaan. Bendera dikerek, Indonesia Raya berkumandang, lomba makan kerupuk dimulai, panjat pinang berdiri. Meriah! Tetapi di balik pesta itu ada sejarah jauh lebih berdarah. Proklamasi 17 Agustus 1945 bukanlah garis finis. Itu justru garis start.

Republik baru lahir langsung dihantam berbagai pemberontakan dan pergolakan. Tahun 1948, PKI Madiun di bawah Musso memproklamasikan pemerintahan Soviet di Madiun dan berusaha menggulingkan pemerintah sah. TNI di bawah Kolonel A.H. Nasution bergerak. Musso tewas dalam pengejaran dan pemberontakan ditumpas.

Setahun kemudian, DI/TII muncul. Kartosuwirjo memproklamasikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat. Gerakan ini menyebar ke Sulawesi Selatan melalui Kahar Muzakkar, Aceh melalui Daud Beureueh, dan Kalimantan Selatan melalui Ibnu Hadjar.

Advertisement

Kisah Ibnu Hadjar menunjukkan, pemberontakan juga bisa berakar dari rasa kecewa dan terpinggirkan. Setelah diberhentikan dari militer akibat reorganisasi TNI, ia membangun perlawanan. Pemerintah sempat menempuh jalan damai, tetapi akhirnya melakukan Operasi Delima, Segi Tiga, dan Riko. Ibnu Hadjar menyerah pada Juli 1963, diadili, dijatuhi hukuman mati 11 Maret 1965, lalu dieksekusi 22 Maret 1965.

Tahun 1950, APRA pimpinan Raymond Westerling mengguncang Bandung dan Jakarta. Gerakan ini menolak pembentukan negara kesatuan dan integrasi bekas KNIL ke dalam TNI. Pada tahun yang sama, RMS diproklamasikan Christian Robert Steven Soumokil di Ambon pada 25 April. Keduanya kemudian ditumpas pemerintah.

Kemudian datang PRRI/Permesta 1958–1961. PRRI muncul di Sumatera Barat, Permesta di Sulawesi Utara. Salah satu akar masalahnya adalah ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat dianggap terlalu sentralistis, tidak adil dalam pembagian sumber daya, dan tidak merata dalam pembangunan.

Advertisement

Pada 1963–1967 muncul PGRS/Paraku dalam konteks Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Setelah G30S 1965, arah politik berubah dan kelompok ini kemudian dianggap ancaman komunis.

Di Papua, OPM muncul sejak 1965 dan hingga kini masih menjadi persoalan separatis kompleks. Akarnya berkaitan dengan proses integrasi Irian Barat, Pepera, kesenjangan ekonomi, identitas, budaya, hingga isu HAM.

Lalu Aceh.

GAM dideklarasikan Hasan di Tiro pada 4 Desember 1976 di Gunung Halimon, Pidie. Salah satu pemicunya adalah kekecewaan terhadap kebijakan pusat, terutama pembagian sumber daya minyak dan gas. Konflik berlangsung puluhan tahun hingga tsunami 26 Desember 2004 membuka ruang dialog. Akhirnya lahir Perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005. Aceh memperoleh otonomi khusus, partai politik lokal, dan amnesti bagi anggota GAM.

Advertisement

Artikel Terkait

Budiman Sudjatmiko Ungkap 3 Kelompok yang Berseberangan dengan Prabowo, Siapa Saja?

Budiman Sudjatmiko Ungkap 3 Kelompok yang Berseberangan dengan Prabowo, Siapa Saja?

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, mengidentifikasi tiga kelompok yang menurut pandangannya memiliki perbedaan dengan pendekatan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan pe

Wajib Belajar 15 Tahun Mulai Didorong, Gagasan Pendidikan Gratis Prabowo Jadi Sorotan?

Wajib Belajar 15 Tahun Mulai Didorong, Gagasan Pendidikan Gratis Prabowo Jadi Sorotan?

Gagasan untuk memperluas jangkauan akses Kembali menjadi pehatian, setelah Presiden Prabowo menyatakan biaya pendidikan di sekolah negeri hingga ke perguruan tinggi negeri harus gratis. Pernyataan tersebut disampaikan s

Dukung Arahan Presiden Prabowo, BRI Siap Jadi Tulang Punggung Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

Dukung Arahan Presiden Prabowo, BRI Siap Jadi Tulang Punggung Perluasan Akses Keuangan Masyarakat

Presiden meminta agar masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan serta meminta beberapa bank termasuk BRI untuk mempersiapkan rekening bagi masyarakat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer