MANGLI, Radar Jember – KPU Kabupaten Jember secara resmi menetapkan pasangan Muhammad Fawait dan Djoko Susanto sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih pada Pilkada Serentak 2024, sore kemarin (9/1). Dalam rapat pleno terbuka tersebut kedua pasangan calon tidak hadir.
Meski begitu, Fawait memberikan sambutan melalui video call. Sementara itu, sebelumnya calon bupati Hendy Siswanto dan calon wakil bupati MB Firjaun Barlaman telah mengirimkan surat permohonan penundaan penetapan kepada KPUD Jember karena berhalangan hadir.
Ketua KPUD Jember Dessy Anggraini menetapkan Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih secara terbuka di New Sari Utama Convention Hall. “Dengan ini menetapkan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jember, nama calon bupati Muhammad Fawait SC MSc dan calon wakil bupati Dr Djoko Susanto SH MH nomor urut 2 dengan perolehan suara 588.761,” ucapnya dalam pleno penetapan.
Dijelaskan, hasil pleno terbuka penetapan hasil pemilihan bupati dan wakil bupati tersebut sudah dituangkan dalam SK dan berita acara. Ini juga menjadi penutup perhelatan pesta demokrasi yang digelar KPU sebagai penyelenggara secara teknis. “Untuk selanjutnya pelantikan sudah di luar kewenangan kami,” terangnya.
Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, pelantikan bupati dan calon bupati terpilih akan diundur pada Maret mendatang sesuai dengan ketentuan Mahkamah Konstitusi (MK). Dessy menuturkan, daerah yang terjadi proses PHP di MK diperkirakan akan rampung hingga Maret.
Lebih lanjut, dia menyampaikan, telah mengundang kedua paslon, termasuk seluruh partai pengusung maupun tim sukses.
Meski kedua paslon tidak hadir dalam penetapan tersebut, pihaknya sudah memberikan porsi sambutan.
“Untuk masing-masing paslon tidak hadir sudah menyampaikan surat keterangan alasan ketidakhadiran,” terangnya.
Sementara itu, cabup Jember terpilih, Fawait, mengungkapkan, tidak bisa hadir secara langsung lantaran sedang melaksanakan ibadah umrah yang sudah terjadwal sejak lama. Dia menilai, proses pilkada berjalan lancar dan tak ada lagi kubu 01 atau 02.
“Yang menang tidak boleh jemawa dan yang kalah tidak boleh minder,” tuturnya dalam sambutannya lewat video call dengan KPU Jember saat pleno, kemarin.
Selain menyampaikan terima kasih kepada seluruh parpol pengusung, tim sukses, dan relawannya, Fawait juga mengungkapkan terima kasih kepada Hendy dan Firjaun.
Dalam kesempatan lain, dia mengaku akan bersilaturahmi.
“Mudah-mudahan saya diberi waktu, saya bisa silaturahmi kepada Pak Hendy dan Gus Firjaun,” ucapnya.
Dikatakan, kondisi kemiskinan dan pengangguran di Jember adalah tugas rumah besar yang harus diselesaikan.
Oleh karena itu, bukan lagi waktunya main kubu-kubuan. Sebaliknya, bersatu untuk menjadikan Jember baru dan maju.
“Jember kabupaten besar dengan jumlah penduduk besar. PR besarnya kemiskinan dan pengangguran, dan banyak hal lain,” katanya.
Secara terpisah, Hendy mengungkapkan tidak bisa hadir sebab sedang melaksanakan tugas dinas di luar kota.
Sehari sebelumnya, melalui tim kampanyenya, dia sudah mengirimkan surat yang berisi permohonan penundaan agenda penetapan tersebut. Permohonan tersebut dimaksudkan agar dia maupun Firjaun bisa hadir.
“Kami mohon maaf lahir batin karena penetapan dengan jadwal saya harus menunaikan tugas menghadiri sejumlah acara sebagai Bupati Jember 2021/2024,” urainya dalam video sambutannya yang ditampilkan dalam layar videotron.
Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada paslon bupati terpilih yang telah sama-sama berkontestasi dan memeriahkan proses pilkada.
“Dan hadir untuk menjadi opsi kepemimpinan untuk masyarakat. Sesungguhnya demokrasi diciptakan untuk memberikan opsi dalam memilih pemimpin yang amanah dan menunaikan semua janji. Serta mewujudkan harapan masyarakat lebih baik dan lebih sejahtera lagi di masa mendatang,” ulasnya. (sil/c2/nur)
Editor : Radar Digital