SEMENTARA itu, pasangan calon petahana, Hendy Siswanto dan KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun), menyampaikan, kedatangannya ke KPU Jember merupakan bentuk dari tegaknya demokrasi. Menurutnya, pencalonannya bersama PDIP sebagai berkah, pasca-lahirnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurutnya, meski hanya PDIP yang merekomendasi, tak mematahkan semangatnya untuk terus berjuang membangun Jember. "Warga Jember 2,6 juta sekian ini yang membiayai pilkada ini. Tentunya mereka ada pilihan. Tentunya mereka akan bahagia, dan harus dikemas dalam bentuk yang aman dan kondusif," kata Hendy, kemarin (29/8).
Menurutnya, meski PDIP menjadi pengusung tunggal, ia meyakini hal itu akan berseiringan dengan dukungan dari masyarakat Jember. “Tidak ada masalah bagi kami, meski satu parpol, bersama PDIP ini sudah cukup. Karena kami bersama rakyat, ini yang penting," katanya.
Hendy menambahkan, selama ini mesin dan tim pendukungnya telah solid. Kesiapan itu juga ditambah dengan kesiapan mesin partai yang disokong PDIP. "Kami sangat solid bergerak di HSC (Hendy Siswanto Center), dan apalagi PDIP. Saya berguru ke PDIP, kami sami'na wa'atho’na kepada temen-temen PDIP. Karenanya, kami target menang, dan harus menang mutlak," imbuhnya.
Ketua KPU Jember Dessi Anggraeni menyebut, secara keseluruhan berkas-berkas pendaftaran yang disodorkan kubu petahana sudah diterima dan dinyatakan telah lengkap, dengan dukungan tunggal dari PDIP. "Berikutnya, nanti kami akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk verifikasi administrasi, hingga tanggal 2–4 September ini," jelasnya.
Dessi menambahkan, pendaftaran Hendy dan Gus Firjaun bersama PDIP merupakan pendaftar kedua, setelah sebelumnya Muhammad Fawait dan Djoko Susanto yang telah mengawali mendaftar, Rabu (28/8). Karena itu, dipastikan kubu Hendy dan Fawait yang akan head to head dalam Pilkada Jember 2024 ini. "Setelah ini belum ada lagi yang mengonfirmasi kami untuk mendaftar ke KPU," pungkas Dessi. (mau/c2/nur)
Editor : Radar Digital