TANGGUL, Radar Jember - Muhammad Fawait dan Djoko Susanto mulai memanaskan mesin dukungan untuk Pilkada 2024 di Kabupaten Jember.
Setelah sukses disokong dengan koalisi partai yang cukup gemuk, kini duet politisi dengan mantan birokrat ini mendeklarasikan pencalonannya secara terbuka, yang dihelat di Alun-Alun Kecamatan Tanggul, Selasa (27/8).
Lautan massa yang berasal dari pelbagai organ relawan memadati sekitar Alun-Alun Kecamatan Tanggul saat itu.
Mereka tak hanya dari para kader dan simpatisan parpol koalisi. Namun, juga berasal dari sejumlah organ kepemudaan, pengusaha, simpatisan, dan tokoh masyarakat, serta alim ulama.
Para jemaah yang tergabung dalam ormas pimpinan Fawait, Laskar Sholawat Nusantara (LSN), yang keanggotaannya didominasi emak-emak Srikandi LSN.
"Alhamdulillah, kami hari ini gelar doa bersama dan deklarasi. Dihadiri oleh emak-emak yang tanpa dibayar, tanpa dikasih apa-apa, berdatangan semua ke sini untuk melihat, tahun 2024, ada Bupati Jember dari anak petani, anak santri, dari kader partai politik," kata Fawait.
Selain itu, sedikitnya ada 15 parpol peserta pemilu yang telah merapatkan barisan mengusung Fawait juga terlibat. Tujuh di antaranya merupakan parpol parlemen, yakni Gerindra, PKB, Nasdem, Golkar, PKS, PPP, dan PAN. Sisanya merupakan partai nonparlemen.
Seluruh pimpinan parpol di Jember saat itu juga hadir langsung di arena deklarasi. Fawait menilai, sikap parpol yang telah bersatu mendukung dirinya itu bagian dari langkah positif yang didasari dengan niat dan cita-cita yang sama membawa Jember lebih maju lagi.
"Dalam sejarah, pertama kalinya di Jember, semua berkumpul menginginkan bersama-sama agar kader parpol, anak petani, anak santri, untuk jadi Bupati Jember. Cukup santri jadi ban serep, cukup santri jadi orang yang kesekian. Wayahe santri jadi Bupati Jember," kata Fawait.
Gelombang dukungan dari masyarakat dan gabungan parpol itu juga dianggap Fawait merupakan representasi dari keinginan warga Jember yang menghendaki adanya pembaruan untuk Jember. Karena itu, antusiasme pendukungnya semakin hari kian tak terbendung.
"Saya pikir, slogan kita semua karena cinta, kita akan tebar cinta, tidak akan tebar hoax, tidak akan tebar fitnah, atau tebar black campaign. Tapi, kita akan tebar cinta, dan sudah terbukti. Siapa pun yang dicintai, dia yang akan mendapatkan simpati masyarakat," imbuh Legislator DPRD Provinsi Jatim Fraksi Gerindra itu.
Sementara itu, sang bacawabup, Djoko Susanto, menilai sosok Fawait sudah sedemikian besar pengaruhnya di mata publik. Tidak hanya sebagai legislator Gerindra yang tiga kali lolos ke parlemen. Namun, juga sebagai sosok yang diharapkan dapat memimpin kabupaten yang berpenduduk sekitar 2,6 juta jiwa ini.
"Sebagaimana yang disampaikan tadi, kita mendampingi Gus Fawait untuk merealisasikan niat dan impian sebagai anak muda yang memiliki semangat yang menggelora. Dan kita sebagai kader senior, mencoba melapisi gelora anak muda," imbuh mantan kepala BPN Jember itu. (mau/c2/nur)
Editor : Radar Digital