Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bursa Calon Bupati Jember, Nanang Handono Prasetyo Merapat ke Golkar, Muncul Poros Baru, Duet Nanang dan Karim

Radar Digital • Sabtu, 27 April 2024 | 00:10 WIB
TERIMA PINANGAN: Nanang Handono Prasetyo dan Karimullah Dahrujiadi bertemu di Kantor DPD Partai Golkar (25/4).
TERIMA PINANGAN: Nanang Handono Prasetyo dan Karimullah Dahrujiadi bertemu di Kantor DPD Partai Golkar (25/4).

SUMBERSARI, Radar Jember - Nanang Handono Prasetyo kembali melanjutkan langkah politiknya menggalang rekomendasi dari parpol untuk maju di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024 di Kabupaten Jember.

Setelah mengurus pengambilan formulir pendaftaran ke PDIP Jember, Nanang melanjutkan lawatannya ke DPD Partai Golkar Jember, Kamis (25/4) petang.

Dia datang genap membawa rombongan dan timnya.

Kepada awak media, Nanang mengaku kedatangannya itu untuk memperjelas posisinya bersama partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sebab, jauh hari sebelumnya, Golkar dirumorkan kuat akan mengusung Nanang sebagai bacabup, dan Ketua DPD Partai Golkar Jember Karimullah Dahrujiadi atau Ji Karim sebagai bacawabup.

"Silaturahmi ini menjadi suatu hal yang strategis. Komunikasi politik sudah intens dengan Ji Karim, dan Ji Karim menjadi satu-satunya yang saya undang dan saya ajak mendampingi saya menjadi calon wakil bupati Jember ke depan ini," kata Nanang.

Mantan birokrat di Kementerian PUPR RI itu juga menyebut, selama ini dia telah melanglang buana melakukan penjajakan dan melakukan komunikasi ke beberapa parpol.

Khususnya dengan Golkar.

Bahkan dalam kesempatan bertemu dengan para pimpinan parpol yang ditemuinya, dia sudah terang-terangan bakal membawa Karim sebagai bacawabup yang akan mendampinginya di pilkada ini.

"Sudah saya sampaikan ketika ke parpol, saya sudah meminta dan saya sudah menentukan usulan Bapak Ji Karim untuk menjadi wakil bupati saya," akunya.

Saat ditanya mengenai alasannya hendak maju sebagai bupati Jember, Nanang menjawabnya santai.

Dia hanya mengaku juga memiliki hak menjadi kontestan dalam pilkada, terlepas tanpa berangkat dari berbagai persoalan yang selama ini menyelimuti Kabupaten Jember.

"Kalau bicara Jember, ya, harus terus melangkah lebih baik. Misal soal stunting dan kemiskinan yang tinggi itu, tentu harus lebih baik. Saya seorang teknokrat, semuanya harus terukur. Saya tidak perlu melakukan sesuatu yang wah dan sebagainya, tapi sukses," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jember Karimullah Dahrujiadi menyebut, kedatangan Nanang ke Golkar merupakan tindak lanjut atas komunikasi politik yang selama ini sudah jalan.

Menurut Karim, hal demikian itu merupakan kegiatan Tim Pilkada Golkar, sejak keluarnya surat DPP Golkar, pekan lalu (19/4).

"Sesuai dengan surat DPP, menginstruksikan kepada seluruh DPD provinsi dan DPD Golkar kabupaten/kota untuk tidak melakukan penjaringan baru, karena sudah ada beberapa nama yang diusulkan. Salah satunya Bapak Haji Nanang Handono Prasetyo," katanya.

Karim juga menjelaskan, kedatangan Nanang ke DPD itu juga sekaligus perkenalan lebih dalam, penajaman, dan pendalaman visi/misi yang akan dibawa paslon bacabup-bacawabup Nanang dan Karim.

"Insyaallah, Pak Haji Nanang satu-satunya calon yang meminta kepada kami, mendapatkan rekomendasi Golkar Jember, sebagai calon bupati, dan beliau juga meminta saya sebagai calon wakil bupati dari Pak Haji Nanang," katanya.

Pertemuan itu sekaligus mempertegas posisi keduanya yang akan menjadi poros baru pada putaran Pilkada Jember 2024 ini. Sebagai bacabup-bacawabup yang siap melawan dua figur yang sudah dipastikan menjadi bacabup, yakni Bupati Jember Hendy Siswanto dan Legislator Gerindra, Muhammad Fawait.

Namun demikian, perolehan 6 kursi Golkar Jember pada Pemilu 2024 kemarin memaksa Golkar mencari amunisi tambahan, sebagai prasyarat untuk memenuhi ketentuan ambang batas pencalonan cabup/cawabup, yakni 10 kursi.  

Karim juga mengakui kondisi demikian.

Namun, Karim cukup pede bahwa duet Nanang dan Karim bakal melangkah mulus. Terlebih sepekan sebelumnya, Golkar digadang-gadang telah turut menggagas terbentuknya Koalisi Jember Bersatu, bersama PPP yang memiliki 5 kursi dan PAN 1 kursi.

Jika ketiga parpol itu bersatu, maka amunisi 12 kursi dirasa cukup untuk turun ke gelanggang pertarungan Pilkada 2024 ini.

"Tentu kita tidak bisa berdiri sendiri, harus melakukan koalisi. Dan Golkar menjadi pelopor terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu. Menjadi kerangka terbentuknya Koalisi Jember Bersatu. Saya kira itu masih sangat dinamis dan bisa bermacam-macam nanti," pungkas Karim.

Sekadar informasi, selain poros baru ini, juga ada dua poros yang menguat. Pertama, ada petahana, yaitu Bupati Hendy Siswanto.

Kemudian, ada Muhammad Fawait, anggota DPRD Jatim dari Partai Gerindra. (mau/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Bupati Jember #Politik