BACA JUGA : Ada Indikasi Keterlibatan Pejabat Terkait Sewa Lahan Kebun Teh
Daun sayuran umumnya hijau. Jika berwarna kuning, berarti ada sesuatu yang salah. Bisa jadi hal itu bisa berakhir dengan tanaman abnormal bahkan mati, jika tidak segera ditangani. Padahal hidroponik memiliki biaya yang lumayan besar. Apabila daunnya menguning atau abnormal, maka bisa gagal panen.
Anggun Putri Kaamasari, Teknisi Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, mengungkapkan, daun kuning disebabkan karena nutrisi yang dibutuhkan tanaman masih kurang. Atau pH air yang terlalu tinggi (basa). Jika tidak diatasi, kata dia, daun yang kuning bisa memengaruhi pertumbuhan tanaman.
Mengatasi kondisi tanaman hidroponik tersebut, pertama yang harus dilakukan adalah mengecek konsentrasi larutan nutrisinya terlebih dahulu menggunakan alat ukur berupa TDS. “Sudah sesuai dengan kebutuhan tanaman atau belum,” kata Anggun.
Perempuan yang biasa menanam sayuran hidroponik itu mengatakan, masing-masing tanaman memiliki kebutuhan nutrisi berbeda-beda. Termasuk kadar jenis unsur haranya. Apabila konsentrasi nutrisi yang tertera di TDS kurang dari yang dibutuhkan, maka warna kuning daun berarti disebabkan oleh nutrisi yang kurang. “Bisa ditambahkan larutan nutrisi berupa AB Mix,” terangnya.
Namun, bila kadar nutrisi yang terkandung dalam larutan normal, maka perlu dicek kadar pH airnya. Jika menunjukkan angka di atas 7 atau lebih tinggi dari pH normal yang dibutuhkan tanaman, maka harus segera diturunkan. “Bisa diatasi dengan menambahkan larutan asam atau HCL, jika tidak punya bisa menggunakan MSG atau micin,” jelas Anggun.
Lebih lanjut, dia membagikan pengalamannya selama menanam sayuran hidroponik. Baik itu kangkung, sawi, pakcoy, atau selada. Menurutnya, jika daun mudanya yang berwarna kuning maka indikasi kekurangan zat besi (Fe). Berbeda jika kuningnya disertai dengan kisut, maka bisa diduga kekurangan unsur nitrogen (N). (sil/nur)
Editor : Safitri