BACA JUGA : Berdalih Mencintai, Ayah di Jember Perkosa Anak Kandung hingga 7 Kali
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Jember Nana Suminarsih menjelaskan, kualitas produksi padi saat ini memang menurun. Misalnya, dari yang biasa warna beras putih menjadi lebih kusam. Namun, secara kuantitas tidak ada pengaruh meskipun cuaca buruk.
Data sementara sampai Oktober tahun 2022, berdasarkan perhitungan DTPHP yakni luas panen padi 149.092 hektare dan produksi padi 887.569 ton. Dia menjelaskan, ada perbedaan data dengan BPS karena kemungkinan para pengusaha penggilingan beras tidak memberikan data yang valid kepada DTPHP. “Kalau untuk para petani malah senang jika dimintai data. Maka, hal itu berbanding terbalik saat kami meminta data ke para pengepul beras,” tuturnya.
Sampai saat ini pihak DTPHP Jember belum mengetahui secara detail dan jelas mengapa ada perbedaan data dengan BPS. DTPHP, lanjutnya, hanya ingin mendata produksi padi ke penggilingan beras. Sehingga bisa diperlihatkan apakah tingkat produksi meningkat atau menurun.
Nana berharap, ke depan para pengusaha penggilingan beras bisa memberikan data stok beras yang akan diproduksi secara valid, sehingga tidak ada perbedaan data. Dia menambahkan, karena belum memasuki akhir tahun, data pertanian belum bisa dipastikan seratus persen. Sebab, di BPS juga masih angka proyeksi produksi padi tahun 2022.
Sementara, untuk luas panen tanaman padi, kata Nana, diperkirakan meningkat dan tidak menurun. Nana juga mengingatkan kepada petani untuk waspada terhadap ancaman lahan pertanian rusak, karena Jember memasuki cuaca ekstrem. Dirinya yakin, para petani padi di Jember masih mampu menjaga produksinya. Sehingga stok di Jember ini aman. (mg1/c2/dwi) Editor : Safitri