BACA JUGA : Jukung Kandas, Dua Nelayan Puger Terombang-Ambing di Jalur Plawangan
Ahmad Adrian, Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, mengatakan bahwa ke depan pihaknya akan terus memperluas jangkauan manfaat dari Project Agro Solution. “Untuk pertama kalinya, program diinisasi Pupuk Indonesia selaku holding Petrokimia Gresik ini menggelar demplot untuk komoditas edamame,” jelasnya.
Program Agro Solution Petrokimia masih baru menyasar petani edamame di Jember. Sedangkan untuk demplotnya di Jember juga yang pertama kalinya. “Alhamdulillah produktivitas dan pendapatan petani meningkat,” imbuhnya.
Dari hasil panen demplot, kata Adrian, Agro Solution mampu meningkatkan produktivitas edamame hingga 13,2 ton per hektare atau meningkat 6 persen dibandingkan dengan budi daya petani sebelumnya yang hanya 12,4 ton per hektare. Begitu juga dengan pendapatan petani yang meningkat. Petani edamame Jember memperoleh pendapatan sebesar Rp 82,2 juta per hektare.
Peningkatan produktivitas dan pendapatan itu dihasilkan dari aplikasi pupuk organik Petroganik sebanyak 480 kilogram per hektare. Kemudian, pupuk nonsubsidi Petrocas masing-masing 480 kilogram per hektare, Petro Gladiator dua kilogram per hektare, Phonska Plus 200 kilogram per hektare, Urea 150 kilogram per hektare, ZA Plus 50 kilogram per hektare, dan Petro Biofertil 40 kilogram per hektare.
Sedangkan ZA Plus, lanjut Adrian, merupakan produk baru yang diluncurkan oleh Petrokimia Gresik. Keunggulan pupuk ini mampu memacu pertumbuhan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun, dan menjadikan warna daun tampak lebih hijau.
Demplot ini sekaligus menjadi media edukasi untuk petani di Jember bahwa penggunaan pupuk nonsubsidi mampu meningkatkan pendapatan petani. Sehingga petani tidak bergantung pada pupuk bersubsidi yang alokasinya sangat terbatas. “Untuk itu, kami berharap demplot ini dapat ditiru petani edamame lain di Jember, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (mg6/c2/bud) Editor : Safitri