Namun, setelah berupaya, dirinya tak kunjung mendapatkan kerja. Hingga akhirnya, pemuda 17 tahun itu bercita-cita memiliki usaha sendiri. Dia memilih belajar budidaya jamur tiram dengan belajar banyak dari saudara dan tetangganya. Hampir tiga bulan belakangan, dia menekuni usaha tersebut.
BACA JUGA: Peluang Budi Daya Ulat sebagai Pakan Ternak
Awalnya, Abi menanam jamur tiram di belakang rumahnya. Tak banyak, yang digunakan sekitar 250 baglog. Dia mengolah sendiri media tanam itu berbahan serbuk gergaji, dedak, dan kapur, serta diberi gula pasir. “Media tanam baglog berukuran 15 x 25 sentimeter. Saban hari, saya memanen dua kilogram jamur tiram,” katanya, Rabu (28/9).
Sebenarnya, kata dia, setiap hari satu baglog itu bisa menghasilkan antara setengah hingga satu ons jamur tiram. Hanya saja, dari 250 baglog yang ada, belum semuanya menghasilkan jamur. Hanya sebagian kecil saja, sehingga hasil panennya masih sedikit. “Per kilogram, jamur tiram ini saya jual Rp 12 ribu dengan dititipkan ke warung sebelah rumah,” tuturnya.
Kini, dengan produksi jamur yang terbatas itu, Abi telah bisa menghasilkan duit hingga Rp 24 ribu per hari. Meski masih terbilang sedikit, namun dia bersyukur karena telah mampu menghasilkan uang sendiri dengan berwirausaha. “Sementara, saya masih mengerjakan sendiri dan ke depan berusaha mengembangkan budidaya jamur tiram ini,” pungkasnya. (*)
Foto : Hani Mustofa
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal