Grafis Penyusutan Lahan Pertanian di Jember
Luas Panen Padi di Jember (hektare)
2017: 166.081
2018: 164.371
2019: 157.344
2020: 160.347
2021: 157.596
Kecamatan Sumbersari (hektare)
2020: 3.119
2021: 2.616
Penurunan lahan pertanian itu salah satunya karena alih fungsi lahan dari pertanian ke nonpertanian. Alih fungsi lahan di bidang nonpertanian seperti pembangunan perumahan, kafe, dan bangunan lainnya.
BACA JUGA : Renjana, Kerinduan Biyan terhadap Wastra Nusantara
Salah satu contoh nyata penurunan lahan pertanian di Kecamatan Sumbersari yaitu makin maraknya lahan pertanian dialihfungsikan menjadi kafe dan perumahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, penyusutan luas panen padi di Kecamatan Sumbersari terjadi dari tahun 2020 sampai 2021. Tahun 2020 luas panen padi 3.119 hektare, sedangkan pada tahun 2021 luas panen padi sebesar 2.616 hektare. Terjadi penurunan sebesar 503 hektare.
Salah satu dosen pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, Atok Ainur Ridho, mengatakan, alih fungsi lahan ini berkaitan dengan perkembangan modernisasi dan pola pergeseran nilai gaya hidup masyarakat. Karena itu, kata dia, harus ada intensifikasi dan ekstensifikasi untuk menanggulangi penurunan lahan pertanian. Karenanya, dengan tetap bertambahnya penduduk, supply bahan pangan dan bahan pertanian tetap tersedia. “Ekstensifikasi dapat dilakukan dengan membuka lahan baru, dan intensifikasi yaitu peningkatan pertanian dengan pemanfaatan lahan semaksimal mungkin. Jika dilihat dari modernisasi, maka bisa menggunakan pertanian hidroponik atau aquaponik. Sehingga, lahan sempit bisa dipakai bercocok tanam,” pungkasnya. (mg3/c2/dwi)
Editor : Safitri