Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Setiap Tahun Lahan Pertanian di Jember Menyusut Ribuan Hektare

Safitri • Rabu, 13 Juli 2022 | 18:43 WIB
ilustasi
ilustasi
SUMBERSARI, Radar Jember – Penyusutan lahan pertanian di Jember semakin terasa. Hal itu bisa mengancam ketersediaan bahan makanan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, luas panen padi dari tahun 2017 hingga 2019 mengalami penurunan. Luas panen padi yang menyusut dari 2018 ke 2019 saja mencapai 7.027 hektare. Kenaikan luas panen hanya terjadi pada 2020, sebesar 3.003 hektare. Namun, tahun berikutnya kembali naik sebesar 2.751 hektare dengan luas panen 157.596 hektare (selengkapnya, lihat grafis).

Grafis Penyusutan Lahan Pertanian di Jember

Luas Panen Padi di Jember (hektare)
2017: 166.081
2018: 164.371
2019: 157.344
2020: 160.347
2021: 157.596

Kecamatan Sumbersari (hektare)
2020: 3.119
2021: 2.616

Penurunan lahan pertanian itu salah satunya karena alih fungsi lahan dari pertanian ke nonpertanian. Alih fungsi lahan di bidang nonpertanian seperti pembangunan perumahan, kafe, dan bangunan lainnya.

BACA JUGA : Renjana, Kerinduan Biyan terhadap Wastra Nusantara

Salah satu contoh nyata penurunan lahan pertanian di Kecamatan Sumbersari yaitu makin maraknya lahan pertanian dialihfungsikan menjadi kafe dan perumahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, penyusutan luas panen padi di Kecamatan Sumbersari terjadi dari tahun 2020 sampai 2021. Tahun 2020 luas panen padi 3.119 hektare, sedangkan pada tahun 2021 luas panen padi sebesar 2.616 hektare. Terjadi penurunan sebesar 503 hektare.

Salah satu dosen pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, Atok Ainur Ridho, mengatakan, alih fungsi lahan ini berkaitan dengan perkembangan modernisasi dan pola pergeseran nilai gaya hidup masyarakat. Karena itu, kata dia, harus ada intensifikasi dan ekstensifikasi untuk menanggulangi penurunan lahan pertanian. Karenanya, dengan tetap bertambahnya penduduk, supply bahan pangan dan bahan pertanian tetap tersedia. “Ekstensifikasi dapat dilakukan dengan membuka lahan baru, dan intensifikasi yaitu peningkatan pertanian dengan pemanfaatan lahan semaksimal mungkin. Jika dilihat dari modernisasi, maka bisa menggunakan pertanian hidroponik atau aquaponik. Sehingga, lahan sempit bisa dipakai bercocok tanam,” pungkasnya. (mg3/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Jember #sawah