BACA JUGA : Pemberlakuan MyPertamina, Belum Uji Coba ke Wilayah Jatim
Jember sudah dikenal sebagai daerah penghasil tembakau. Kalisat menjadi salah satu kecamatan sentra produksi tembakau. Tetapi, hal ini hanya berlaku pada tahun 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Kecamatan Kalisat memproduksi tembakau sebanyak 413,92 ton dan tertinggi di Jember. Pada tahun 2020 dan 2021 produksi tembakau Kalisat tidak lagi terbesar di Jember. Pada tahun 2020 produksi tertinggi dihasilkan oleh Kecamatan Sukowono dengan produksi tembakau sebesar 292,23 ton. Sementara, pada tahun 2021 produksi tembakau tertinggi oleh Kecamatan Puger sebesar 3.336,90 ton.
Saiful, petani tembakau asal Kalisat, mengatakan, penurunan produksi tembakau di Kalisat itu dipicu beberapa hal. Seperti turunnya harga tembakau dari tahun ke tahun, proses budi daya tembakau hingga pascapanen yang sangat panjang, cuaca yang tidak menentu, jaminan pasar, serta harga yang tidak menentu. "Kalau dikatakan jera, ya saya jera menanam tembakau ini. Tahun 2020 saya rugi. Karena harga yang turun drastis dari tahun sebelumnya. Belum lagi biaya yang dikeluarkan sangat banyak. Petani kecil seperti saya ini susah jika tidak ada kerja sama dengan perusahaan. Karena sulit mendapat harga yang bagus," ucapnya.
Meski banyak sebagian petani yang jera untuk menanam tembakau lagi, masih banyak juga yang yakin akan meraup untung besar. Juga dinyatakan oleh petani tembakau dari Kalisat lainnya, Iwan.
Pria yang kini berusia 40 tahun itu mengatakan, optimismenya itu karena sudah bekerja sama dengan perusahaan. Baginya, bila tidak bekerja sama dengan perusahaan, akan dipermainkan oleh tengkulak. “Kalau sudah kerja sama dengan perusahaan, ada kepastian harga,” jelasnya.
Dengan kondisi musim kemarau yang masih turun hujan tahun ini, menurut Iwan, terdapat keuntungan untuk menanam tembakau. “Kalau musim hujan seperti ini ada rasa khawatir daun tembakau rusak. Tapi, karena kerja sama dengan perusahaan, bisa terselamatkan. Kalau tidak kerja sama dengan perusahaan, harganya bisa hancur,” terangnya.
Besar harapan Iwan dan petani tembakau lainnya agar harga tembakau bisa naik lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Saat kejayaan petani tembakau Jember hingga menyejahterakan keluarga petani. (mg3/c2/dwi)
Editor : Safitri