alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Pemberlakuan MyPertamina, Belum Uji Coba ke Wilayah Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember – Pertamina telah mendapatkan mandat dari pemerintah dalam penyaluran BBM khusus penugasan, yaitu pertalite dan solar. Sesuai regulasi, dua jenis BMM itu harus tepat sasaran dan kuotanya. Karena itu, muncul penerapan sistem digital. Meski begitu, masyarakat Jatim, termasuk Jember, tak perlu khawatir dan panik dengan penerapan itu.

BACA JUGA : Meski Kalah dari Yordania, Indonesia Diyakini Bisa Jadi Tim Tangguh

Pemakaian sistem digital itu rupanya menjadi langkah baru yang diambil pihak Pertamina demi penyaluran pertalite dan solar bersubsidi yang tepat sasaran. Sistem tersebut berupa aplikasi MyPertamina. Akhir-akhir ini mendapatkan banyak sorotan dari masyarakat dan dianggap kurang efisien serta menyusahkan proses transaksi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Arya Yusa Dwi Candra, Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), mengatakan, pemberlakuan kebijakan baru itu sudah dimulai awal Juli lalu. Dia meluruskan, untuk saat ini masyarakat tidak perlu mengunduh dan membeli melalui aplikasi MyPertamina. Akan tetapi, bisa dilakukan pendaftaran nomor dan jenis kendaraan melalui website yang telah ditetapkan. “Yakni di subsiditepat.mypertamina.id,” terangnya.

Uji coba tersebut sementara masih dilakukan pada 11 kota/kabupaten di 5 provinsi di Indonesia. Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Banjarmasin, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Manado, Kota Jogjakarta, dan Kota Sukabumi. “Untuk wilayah lain akan dilakukan bertahap sambil memastikan kesiapan infrastruktur dan sistemnya,” imbuh Arya.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember – Pertamina telah mendapatkan mandat dari pemerintah dalam penyaluran BBM khusus penugasan, yaitu pertalite dan solar. Sesuai regulasi, dua jenis BMM itu harus tepat sasaran dan kuotanya. Karena itu, muncul penerapan sistem digital. Meski begitu, masyarakat Jatim, termasuk Jember, tak perlu khawatir dan panik dengan penerapan itu.

BACA JUGA : Meski Kalah dari Yordania, Indonesia Diyakini Bisa Jadi Tim Tangguh

Pemakaian sistem digital itu rupanya menjadi langkah baru yang diambil pihak Pertamina demi penyaluran pertalite dan solar bersubsidi yang tepat sasaran. Sistem tersebut berupa aplikasi MyPertamina. Akhir-akhir ini mendapatkan banyak sorotan dari masyarakat dan dianggap kurang efisien serta menyusahkan proses transaksi.

Arya Yusa Dwi Candra, Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), mengatakan, pemberlakuan kebijakan baru itu sudah dimulai awal Juli lalu. Dia meluruskan, untuk saat ini masyarakat tidak perlu mengunduh dan membeli melalui aplikasi MyPertamina. Akan tetapi, bisa dilakukan pendaftaran nomor dan jenis kendaraan melalui website yang telah ditetapkan. “Yakni di subsiditepat.mypertamina.id,” terangnya.

Uji coba tersebut sementara masih dilakukan pada 11 kota/kabupaten di 5 provinsi di Indonesia. Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Banjarmasin, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Manado, Kota Jogjakarta, dan Kota Sukabumi. “Untuk wilayah lain akan dilakukan bertahap sambil memastikan kesiapan infrastruktur dan sistemnya,” imbuh Arya.

KALIWATES, Radar Jember – Pertamina telah mendapatkan mandat dari pemerintah dalam penyaluran BBM khusus penugasan, yaitu pertalite dan solar. Sesuai regulasi, dua jenis BMM itu harus tepat sasaran dan kuotanya. Karena itu, muncul penerapan sistem digital. Meski begitu, masyarakat Jatim, termasuk Jember, tak perlu khawatir dan panik dengan penerapan itu.

BACA JUGA : Meski Kalah dari Yordania, Indonesia Diyakini Bisa Jadi Tim Tangguh

Pemakaian sistem digital itu rupanya menjadi langkah baru yang diambil pihak Pertamina demi penyaluran pertalite dan solar bersubsidi yang tepat sasaran. Sistem tersebut berupa aplikasi MyPertamina. Akhir-akhir ini mendapatkan banyak sorotan dari masyarakat dan dianggap kurang efisien serta menyusahkan proses transaksi.

Arya Yusa Dwi Candra, Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), mengatakan, pemberlakuan kebijakan baru itu sudah dimulai awal Juli lalu. Dia meluruskan, untuk saat ini masyarakat tidak perlu mengunduh dan membeli melalui aplikasi MyPertamina. Akan tetapi, bisa dilakukan pendaftaran nomor dan jenis kendaraan melalui website yang telah ditetapkan. “Yakni di subsiditepat.mypertamina.id,” terangnya.

Uji coba tersebut sementara masih dilakukan pada 11 kota/kabupaten di 5 provinsi di Indonesia. Kota Bukit Tinggi, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Banjarmasin, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Manado, Kota Jogjakarta, dan Kota Sukabumi. “Untuk wilayah lain akan dilakukan bertahap sambil memastikan kesiapan infrastruktur dan sistemnya,” imbuh Arya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/