MURATARA, Radar Jember - Siang itu, Rabu (6/5/2026), langit di atas Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, tampak tenang. Di dalam bus Antar Lintas Sumatera (ALS), belasan penumpang mungkin sedang terlelap, membayangkan wajah rindu keluarga yang menunggu di ujung perjalanan. Namun, takdir menuliskan skenario yang memilukan hanya dalam hitungan detik.
Sebuah dentuman keras memecah keheningan Jalinsum. Bus yang membawa harapan itu bertabrakan frontal dengan truk tangki BBM. Dalam sekejap, api berkobar hebat, menjilat badan kendaraan dan mengubah suasana menjadi neraka di bumi.
Jeritan minta tolong sempat terdengar di antara kepulan asap hitam yang membumbung tinggi, namun panasnya api membuat siapa pun tak berdaya untuk mendekat. Sebanyak 16 nyawa dinyatakan gugur dalam tragedi ini. Sebagian besar dari mereka ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, tak lagi dikenali, terjepit di antara reruntuhan besi yang menghitam.
Bukan sekadar angka statistik, 16 korban ini adalah ayah yang sedang mencari nafkah, ibu yang hendak pulang memeluk anaknya, dan pemuda yang menyimpan sejuta mimpi. Kepergian mereka meninggalkan luka menganga bagi keluarga yang kini hanya bisa menatap foto terakhir sambil menunggu kepastian di depan kamar jenazah.
Kini, yang tersisa di lokasi kejadian hanyalah kerangka kendaraan yang hangus dan bau gosong yang menyengat. Di atas aspal yang masih menyisakan bekas panas, kita diingatkan betapa tipisnya batas antara perpisahan sementara dan perpisahan selamanya.
Selamat jalan para penumpang doa. Semoga api yang melahap raga kalian di dunia, menjadi saksi atas segala amal baik dan pengampunan di hadapan-Nya.
Editor : Maulana RJ